Connect with us

DUNIA

8 Marinir AS Tumbang Dihantam Rudal Iran

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz kembali memakan korban jiwa dari pihak militer Amerika Serikat (AS). Delapan prajurit marinir AS dilaporkan terluka setelah rudal jelajah anti-kapal milik militer Iran sukses menghantam kapal tempat mereka beroperasi.

Laporan NBC News mengungkapkan bahwa insiden mengerikan yang menimpa Battalion Landing Team (BLT) tersebut sebenarnya terjadi pada 14 September lalu, namun baru terendus ke publik setelah ditutupi selama dua pekan.

Menurut kesaksian tiga pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, delapan korban terdiri dari tujuh prajurit berpangkat rendah dan satu orang perwira. Meski tidak menderita luka fisik luar yang fatal, para marinir tersebut dilaporkan mengalami cedera otak traumatis (traumatic brain injury) akibat paparan asap pekat serta gelombang kejut ledakan yang memicu gejala gegar otak.

BACA JUGA  IRGC Klaim Serangan Rudal Hantam Target Ukraina di Dubai

Anehnya, para pejabat AS mengklaim kapal yang dihantam rudal Iran tersebut “bukan kapal Angkatan Laut (US Navy)”, namun mereka menolak secara tegas untuk membeberkan jenis maupun status kapal yang menjadi sasaran empuk rudal Teheran tersebut.

Langkah Pentagon yang terkesan lambat dan tertutup dalam merilis data korban luka maupun tewas kembali memantik kritik keras dari publik AS. Departemen Pertahanan AS dinilai kerap memberikan laporan yang tidak konsisten terkait dampak nyata pertempuran di Timur Tengah.

Tak hanya soal transparansi, kelelahan akut (burnout) juga membayangi para marinir dan pelaut Washington yang dikirim berbulan-bulan untuk menghadapi Iran. Gelombang protes dari keluarga personel militer di dalam negeri kian masif, mendesak Washington untuk segera menghentikan keterlibatan perang yang dinilai sia-sia.

BACA JUGA  Trump Ancam Hantam Iran Lagi

Situasi AS kian terdesak setelah Congressional Budget Office (CBO) merilis laporan mengkhawatirkan: stok rudal pencegat (interceptor missiles) milik militer Washington kini berada dalam status sangat menipis akibat terus-menerus digerus pertempuran sengit di Timur Tengah. (Mun)

TRENDING