DUNIA
Trump Minta Ukraina Ganti Presiden
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali memanas. Trump secara terbuka menyarankan Ukraina memiliki pemimpin baru yang dinilainya mampu mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
Pernyataan kontroversial itu muncul di tengah perselisihan kedua pemimpin terkait kebijakan pasokan solar Rusia ke pasar global yang diumumkan Trump setelah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menilai Zelensky gagal memanfaatkan berbagai peluang untuk mencapai kesepakatan damai.
“Anda tahu apa yang saya sarankan? Saya sarankan mereka mendapatkan pemimpin baru yang bisa membuat kesepakatan karena dia sebenarnya sudah bisa membuat banyak kesepakatan, tetapi entah kenapa dia tidak pernah melakukannya,” ujar Trump.
Komentar tersebut langsung menjadi sorotan karena merupakan salah satu kritik paling tajam yang pernah dilontarkan Trump kepada pemimpin Ukraina sejak perang dengan Rusia berlangsung.
Tak hanya itu, Trump juga menyalahkan Zelensky atas serangan Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak Rusia. Menurut sumber di pemerintahan AS, Trump kecewa karena Kyiv tetap melanjutkan serangan meski Washington telah meminta penghentian operasi tersebut.
Serangan terhadap infrastruktur energi Rusia disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong Trump menyepakati kerja sama pasokan solar dengan Putin.
Trump mengungkapkan Rusia akan segera memasok lebih dari 300 ribu ton solar ke pasar global dan menambah sekitar 500 ribu ton lagi pada November. Total pasokan awal itu diperkirakan setara dengan sekitar 6 juta barel solar.
Menurut Trump, tambahan pasokan tersebut berpotensi membantu menekan harga energi dan meredakan tekanan di pasar global.
Namun langkah itu memicu kritik tajam dari Kyiv. Zelensky menyebut kesepakatan tersebut sebagai “keputusan lemah dari mitra yang kuat” dan menilai kebijakan itu justru membantu memperpanjang konflik yang seharusnya dihentikan.
Presiden Ukraina juga mempertanyakan waktu pengumuman kerja sama Trump-Putin yang terjadi saat delegasi Ukraina sedang melakukan perundingan dengan pejabat Amerika Serikat di Miami, Florida.
“Pada saat yang tepat ini, ketika tim kami sedang berbicara dengan tim Amerika di Florida, presiden AS justru berbicara dengan pemimpin Kremlin, pemimpin perang ini, pemimpin agresi ini,” kata Zelensky.
Sumber pemerintahan AS menyebut utusan khusus Trump, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner sebelumnya telah menyampaikan kepada pejabat Ukraina bahwa Trump menginginkan penghentian serangan terhadap kilang minyak Rusia. Mereka juga disebut telah memberi sinyal mengenai rencana pembukaan kembali jalur ekspor solar Rusia.
Di sisi lain, sejumlah mantan pejabat Amerika turut menyuarakan kekhawatiran. Mereka menilai kesepakatan tersebut berpotensi melemahkan efektivitas sanksi Barat terhadap Rusia sekaligus memberikan keuntungan politik bagi Kremlin.
Mantan Wakil Presiden AS Mike Pence bahkan mengkritik keras kebijakan tersebut dan menyebut Amerika Serikat seharusnya tidak memberikan “tali penyelamat” bagi mesin perang Rusia.
Sementara itu, Ukraina tetap melanjutkan tekanan terhadap sektor energi Rusia. Pekan ini Kyiv mengklaim telah menyerang lima kilang minyak Rusia sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi sumber pendanaan perang Moskow.
Perselisihan terbaru antara Trump dan Zelensky ini memperlihatkan semakin tajamnya perbedaan pandangan mengenai cara mengakhiri konflik Rusia-Ukraina. Di saat Trump memilih pendekatan negosiasi langsung dengan Putin dan membuka kembali arus energi Rusia, Kyiv justru menilai langkah tersebut dapat memperkuat posisi Kremlin dan memperpanjang perang yang telah berlangsung bertahun-tahun. (Mun)
-
NUSANTARA11/10/2026 19:00 WIBBMKG Ungkap Daftar Daerah Siaga Banjir hingga 12 Oktober
-
DUNIA11/10/2026 21:00 WIBSakit Hati Dipecat, Eks Karyawan Hapus Ratusan Server Virtual
-
NUSANTARA11/10/2026 22:00 WIBPria 56 Tahun di Konawe Diduga Bakar Rumah karena Cemburu
-
NASIONAL11/10/2026 17:00 WIBYusril Pastikan Tak Ada yang Kebal di Kasus Lapas Cibinong
-
JABODETABEK12/10/2026 05:30 WIBAwan Hitam ‘Telan’ Matahari Jakarta di Awal Pekan
-
JABODETABEK11/10/2026 23:00 WIBPolisi Bongkar Perkembangan Baru Kasus Santriwati Bekasi
-
DUNIA11/10/2026 18:00 WIBPilot Saudia Gugur Kena Rudal Houthi di Riyadh
-
JABODETABEK12/10/2026 06:30 WIBCatat! Jadwal SIM Keliling Jakarta Senin 12 Oktober 2026

















