Connect with us

DUNIA

Demo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia

Aktualitas.id -

Ilustras, foto; aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Gelombang protes terkait kenaikan biaya hidup di Belgia berubah menjadi kerusuhan setelah ratusan demonstran bentrok dengan aparat kepolisian di Brussel dan Liege. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata serta mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa yang dinilai semakin tidak terkendali.

Kericuhan yang terjadi pada akhir pekan tersebut menambah daftar ketegangan sosial yang belakangan melanda sejumlah negara Eropa. Aksi serupa sebelumnya juga terjadi di Prancis, di mana protes terhadap berbagai kebijakan ekonomi dan pendidikan terus bermunculan.

Di Belgia, demonstrasi awalnya dipicu kemarahan masyarakat terhadap meningkatnya biaya hidup. Dalam beberapa pekan terakhir, para pelajar sekolah menengah juga turun ke jalan untuk memprotes kenaikan biaya pendaftaran universitas.

BACA JUGA  Sejarah Baru! PSK Kini Punya Hak yang Sama dengan Pekerja Lain

Namun situasi berubah panas ketika kelompok massa mulai terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Menteri Dalam Negeri Belgia, Bernard Quintin, bahkan menyebut kerusuhan tersebut sebagai bentuk “kekerasan yang terorganisasi”, menandakan kekhawatiran pemerintah terhadap eskalasi aksi yang terjadi.

Seorang jurnalis AFP yang berada di lokasi melaporkan bahwa polisi menggunakan gas air mata terhadap sekelompok pemuda di kawasan Bourse, Brussel. Kelompok tersebut dilaporkan melemparkan botol dan berbagai benda lainnya ke arah aparat.

Menurut kepolisian, sekitar 10 orang telah diamankan terkait kerusuhan tersebut.

Aksi massa itu sebelumnya dipicu seruan yang beredar luas di media sosial. Ratusan orang kemudian berkumpul di sekitar stasiun kereta api pusat Brussel sebelum situasi berkembang menjadi tidak terkendali.

BACA JUGA  Iran Diguncang Demo Besar, 7 Orang Tewas hingga Patung Soleimani Dibakar

Meski pemerintah akhirnya mengizinkan demonstrasi berlangsung, aparat keamanan tetap mengambil tindakan tegas saat sejumlah kelompok mulai melemparkan kembang api dan cairan mudah terbakar.

Selama bentrokan berlangsung, sejumlah fasilitas umum menjadi sasaran amuk massa. Tempat sampah dan skuter listrik dilaporkan dibakar, sementara kantor Partai Sosialis mengalami kerusakan akibat aksi vandalisme.

Tak hanya di ibu kota, kerusuhan juga merembet ke Kota Liege di wilayah timur Belgia. Polisi kembali mengerahkan meriam air untuk membubarkan kelompok-kelompok demonstran yang berkumpul dan memicu gangguan keamanan.

Liege sendiri sebelumnya telah menjadi lokasi bentrokan serupa sekitar 10 hari lalu, menandakan ketegangan sosial di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda.

BACA JUGA  Tiga Bidang Utama Jadi Fokus Kemitraan Indonesia Dengan Uni Eropa

Kerusuhan terbaru ini menjadi ujian serius bagi pemerintah Belgia di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan keresahan publik. Aparat kini terus memantau perkembangan situasi guna mencegah aksi protes berubah menjadi gelombang kekerasan yang lebih luas di berbagai kota negara tersebut. (Mun)

TRENDING