Connect with us

EKBIS

Dibuka Hijau Tipis, Perjalanan IHSG Hari Ini Akan Dipengaruhi Data China dan AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (16/4/2025) pagi dengan penguatan tipis. IHSG dibuka naik 0,14% atau 9 poin ke level 6.450,83. Namun, hanya lima menit setelah pembukaan, penguatan tersebut menyusut menjadi 0,01%.

Di awal sesi ini, tercatat:

  • 211 saham naik
  • 122 saham turun
  • 219 saham stagnan

Volume perdagangan mencapai 997,28 juta saham, dengan total nilai transaksi sebesar Rp642,52 miliar dalam 76.407 kali transaksi.

🌏 Tekanan dari Pasar Global

Sementara IHSG bergerak tipis, bursa saham Asia-Pasifik justru dibuka melemah, dipengaruhi pelemahan Wall Street semalam. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap hasil kinerja keuangan kuartal pertama dan bayang-bayang kenaikan tarif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BACA JUGA  IHSG Menguat 25 Poin Pagi Ini, Berhasil Atasi Tekanan Tarif Impor AS

Berikut kondisi bursa Asia pagi ini:

  • Nikkei 225 (Jepang): cenderung mendatar
  • Kospi (Korsel): turun 0,2%
  • Kosdaq (Korsel): turun 0,18%
  • S&P/ASX 200 (Australia): turun 0,08%
  • Futures Hang Seng (Hong Kong): melemah ke 21.455 dari penutupan sebelumnya di 21.466,27

📉 Wall Street Terkoreksi

Tiga indeks utama di AS juga ditutup melemah semalam:

  • Dow Jones: turun 155,83 poin (–0,38%) ke 40.368,96
  • S&P 500: turun 0,17% ke 5.396,63
  • Nasdaq Composite: turun 0,05% ke 16.823,17

Saham berjangka AS juga terus melemah, seiring investor menantikan laporan penjualan ritel serta data ekonomi utama lainnya.

📊 Sorotan Hari Ini: Rilis Data Ekonomi China

Hari ini, investor global juga akan mencermati rilis data PDB kuartal pertama dari China. Konsensus Reuters memperkirakan pertumbuhan 5,1% year-on-year, sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya di angka 5,4%.

BACA JUGA  Data Ekonomi Jadi Sentimen, IHSG Tertekan di Awal Perdagangan

Meski dibuka positif, arah pergerakan IHSG hari ini masih dibayangi sentimen global. Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada sambil menantikan rilis data ekonomi utama dan pergerakan pasar internasional selanjutnya. (Mun/Yan Kusuma)

TRENDING