EKBIS
Harga Minyak Dunia Tersungkur Usai Reli
AKTUALITAS.ID – Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah sempat melonjak tajam sehari sebelumnya. Pasar yang semula dibayangi eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran mendadak mengubah arah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Teheran ingin kembali membuka jalur kesepakatan.
Pernyataan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran investor terhadap risiko terganggunya pasokan minyak global, meski situasi geopolitik di Timur Tengah masih jauh dari kata stabil.
Mengutip Investing.com, Jumat (10/7/2026), harga minyak mentah Brent kontrak September turun 2,7 persen menjadi US$75,88 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak AS melemah 2,6 persen menjadi US$71,64 per barel.
Sementara itu, berdasarkan perdagangan yang dipantau Reuters pada pukul 01.25 GMT, pelemahan berlangsung lebih terbatas. Harga Brent turun 6 sen menjadi US$76,24 per barel, sedangkan WTI terkoreksi 4 sen ke US$72,04 per barel.
Meski terkoreksi, harga minyak masih berada di jalur penguatan mingguan. Brent diperkirakan menguat sekitar 6 persen sepanjang pekan, sementara WTI berpotensi mencatat kenaikan sekitar 5 persen, didorong oleh lonjakan premi risiko akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak sempat melesat tajam. Brent melonjak lebih dari 5 persen dan mencetak level penutupan tertinggi sejak 19 Juni, sedangkan WTI naik lebih dari 4 persen hingga menyentuh posisi tertinggi sejak 22 Juni.
Reli tersebut dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi setelah konflik antara AS dan Iran kembali memanas.
Ketegangan meningkat setelah tiga kapal tanker minyak komersial diserang. Sebagai balasan, militer AS melancarkan serangan terhadap sekitar 170 target di wilayah Iran yang mencakup sistem pertahanan udara, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, serta puluhan kapal cepat yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam.
Media pemerintah Iran kemudian melaporkan bahwa angkatan bersenjata negara itu membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Namun di tengah eskalasi tersebut, Trump justru menyampaikan bahwa Iran disebut telah menghubungi pemerintah AS untuk membahas peluang tercapainya kesepakatan baru.
Dalam rangkaian KTT NATO di Turki, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata sebelumnya telah berakhir dan serangan militer AS merupakan respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial.
“Saya katakan kita akan membalas dengan perbandingan 20 banding 1 setiap kali mereka menyerang kita, kita akan membalas dengan 20 kali lipat. Ketika mereka menyerang, kita akan membalas dengan jauh lebih keras,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump juga mengungkapkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.
“Mereka menelepon beberapa waktu lalu. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan.”
Namun, ia mengaku masih meragukan komitmen Iran untuk mematuhi kesepakatan apabila nantinya tercapai.
“Saya hanya tidak tahu apakah mereka layak membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah mereka akan menghormati kesepakatan itu. Itulah masalahnya,” kata Trump.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar. Meski risiko geopolitik masih tinggi, adanya sinyal bahwa komunikasi antara Washington dan Teheran belum sepenuhnya terputus membuat sebagian investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap ancaman terganggunya pasokan minyak dunia.
Meski demikian, analis menilai volatilitas harga minyak masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. Setiap perkembangan baru terkait konflik AS-Iran maupun upaya diplomasi berpotensi menjadi katalis yang kembali menggerakkan pasar energi global secara signifikan. (Firman/Mun)
-
FOTO09/07/2026 23:00 WIBFOTO: FGD Bawaslu Bahas Fungsi Pengawasan Pemilu
-
NASIONAL10/07/2026 00:00 WIBBupati Sukoharjo Diduga Kena OTT
-
NASIONAL09/07/2026 18:00 WIBKekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Tercatat Rp18,26 Miliar, Ini Rinciannya
-
POLITIK09/07/2026 19:00 WIB2029 Dinasti Jokowi akan Berakhir, Cawe-cawe Cuma Mimpi
-
NASIONAL09/07/2026 21:00 WIBRekam Jejak Febrie Adriansyah, dari Jaksa Sungai Penuh hingga Pimpin Jampidsus
-
NASIONAL09/07/2026 17:00 WIBRieke: Kasus Herawati Jadi Tolok Ukur Penegakan UU PPRT dan Perlindungan HAM
-
NASIONAL09/07/2026 21:30 WIBKementerian Kebudayaan Mulai Program Film Kepahlawanan, Fokus Angkat Sejarah 1945–1950
-
EKBIS09/07/2026 22:30 WIBPemerintah Luncurkan SRUK, Pasar Karbon RI Dibuka untuk Investor Asing dengan Potensi Dana Puluhan Miliar Dolar

















