NASIONAL
Koalisi Indonesia Adil Sebut Kepala Daerah tak Masuk Timses
Tidak dilibatkan agar fokus pada masalah di daerah
AKTUALITAS.ID – Partai pengusung Prabowo-Sandi atau Koalisi Indonesia Adil Makmur menegaskan kembali, kepala daerah di bawah partai koalisi tidak masuk ke dalam tim sukses. Hal itu dilakukan agar kepala daerah bisa konsentrasi melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerahnya. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani.
“Kami minta agar seluruh kepala daerah berkontestasi memimpin di daerahnya masing-masing karena tanggung jawab dia yang lebih besar adalah meningkatkan pelayanan kesejahteraan dan pembangunan di daerahnya masing-masing,” tegas Ahmad Muzani di Jalan Kertanegara nomor 4, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2018) malam.
Lanjut Muzani, untuk persoalan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan diurus oleh partai koalisi ditingkatnya masing-masing. Adapun terkait pilihan politik itu diserahkan kepada pilihan masing-masing kepala daerah.
“Kami tidak meminta kepada mereka saya kira pilihan mereka sudah tahu dan sudah pasti, sehingga kami sudah tahu apa yang mereka lakukan,” tambahnya.
Untuk susunan tim sukses, Muzani mengatakan akan masih dibahas pada Kamis (19/9/2018). Itu karena masi akan mengalami penyempurnaan, karena ada beberapa masukan yang sangat berarti. Sehingga struktur tim sukses Koalisi Indonesia Adil Makmur belum bisa umumkan pada hari ini. Kemudian draftnya akan disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 20 September 2018.
-
NUSANTARA15/07/2026 08:30 WIBIsu Mogok Sopir Picu Kelangkaan BBM di Sumut
-
FOTO15/07/2026 23:00 WIBFOTO: Demo Tolak MBG di Kejagung
-
EKBIS15/07/2026 11:30 WIBSelat Hormuz Bergejolak, Harga Minyak Langsung Melonjak
-
NUSANTARA15/07/2026 13:30 WIBTrobos Suparno: Daulat Pangan Penentu Kedaulatan Negara
-
EKBIS15/07/2026 16:00 WIBKadin: Krisis BBM Bisa Picu Inflasi dan Hancurkan UMKM
-
DUNIA15/07/2026 12:00 WIBTrump Klaim Mojtaba Khamenei 90% Tewas
-
POLITIK15/07/2026 19:00 WIBRay Rangkuti Nilai Gibran Masih Sulit Diterima Publik
-
NASIONAL15/07/2026 10:00 WIBKPK Bidik Dugaan Uang Rp100 Juta ke Gus Miftah

















