NASIONAL
Respons Kondisi Nasional, KH Yahya Cholil Staquf Serukan Komunikasi Petinggi Negara dan Rakyat
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menekankan pentingnya konsolidasi antara pemerintah dengan rakyat melalui komunikasi yang baik. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Klinik Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah di Rumah Sakit Siti Hajar, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (6/9/2025).
Menurut Gus Yahya, kondisi bangsa dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan adanya dikotomi antara rakyat dengan para petinggi negara maupun wakil rakyat. “Ada dua bagian yang saling bertentangan dan eksklusif. Karena itu, perlu ada konsolidasi menyeluruh antara pemerintah dengan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Ia menilai, dinamika yang terjadi di dalam negeri juga tidak bisa dilepaskan dari dampak gejolak internasional, termasuk konflik dan perang di sejumlah negara. Situasi global tersebut, kata Gus Yahya, turut berpengaruh pada tatanan politik dan ekonomi nasional.
Melihat kondisi yang semakin kompleks, Gus Yahya menegaskan perlunya komunikasi intensif antara pemerintah dan rakyat. “Pemerintah harus mampu merespon tantangan global agar Indonesia tetap berdaulat dan mampu bersaing,” tegasnya.
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat konsolidasi nasional hanya bisa terwujud bila ada komunikasi dua arah yang sehat antara pemimpin dan masyarakat. (Ari Wibowo/Mun)
-
RIAU28/06/2026 11:59 WIBBupati Kasmarni Serahkan Piala Bergilir MTQ Riau, Target Bengkalis Rebut Kembali Gelar Juara
-
OASE28/06/2026 05:00 WIBRasulullah Teladan Akhlak Terbaik
-
RIAU28/06/2026 16:20 WIBPolda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
-
POLITIK28/06/2026 16:43 WIBMeski Didukung Jokowi, Tidak Jaminan PSI akan Jadi Partai Besar
-
DUNIA28/06/2026 15:00 WIBBaru Teken Damai, Langit Lebanon Dibom Israel
-
NASIONAL28/06/2026 16:00 WIBKomisi I: Peserta SPPI Disiapkan Jadi Manajer Pembangunan, Bukan Prajurit Tempur
-
RAGAM28/06/2026 11:30 WIBStudi Lama Ungkap Dugaan Hajar Aswad Berasal dari Meteorit
-
DUNIA28/06/2026 08:00 WIBKomandan Rusia Beri Ultimatum Maut ke Putin

















