Connect with us

NASIONAL

Kepla BGN Tegaskan Tak Ada Pembelian Kaus Kaki untuk MBG

Aktualitas.id -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (Foto: BPMI Setpres)

AKTUALITAS.ID – Isu pengadaan kaos kaki dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pun angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pengadaan kaos kaki sebagaimana yang ramai diperbincangkan di publik. Ia menyebut, kaos kaki tersebut merupakan bagian dari perlengkapan pendidikan dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

“Untuk kaos kaki, itu bukan pengadaan di BGN. Itu diberikan saat pendidikan SPPI sebagai bagian dari perlengkapan peserta yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan,” ujar Dadan dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

Menurut Dadan, pelaksanaan pendidikan SPPI dilakukan di Universitas Pertahanan (Unhan) dengan menggunakan anggaran dari BGN melalui mekanisme swakelola tipe 2. Dalam skema ini, seluruh kegiatan, termasuk pengadaan perlengkapan, menjadi tanggung jawab pihak Unhan.

“Perlu dipahami bahwa pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung oleh BGN, melainkan oleh Unhan dalam rangka pelaksanaan pendidikan SPPI,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa seluruh penggunaan anggaran negara di lingkungan BGN telah melalui proses perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dadan juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia menilai penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman dan merusak kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu merujuk pada sumber resmi,” tegasnya.

BGN, lanjut Dadan, berkomitmen menjaga prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan anggaran, serta terbuka terhadap pengawasan baik internal maupun eksternal.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan persepsi publik terkait isu yang berkembang serta menjaga kepercayaan terhadap program strategis pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis. (Bowo/Mun)

TRENDING