NASIONAL
Usulan Prabowo soal Bahasa Prancis dan Portugis Masih Dikaji Kemendikdasmen
AKTUALITAS.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah masih mengkaji rencana perluasan pembelajaran bahasa Prancis dan Portugis di satuan pendidikan setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan penguasaan bahasa asing sebagai bagian dari peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan terkait implementasi kebijakan tersebut. Kajian internal masih dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan regulasi, kurikulum, tenaga pengajar, hingga sarana dan prasarana pendidikan.
“Kami masih melakukan kajian internal terkait kemungkinan perluasan pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Prancis dan Portugis. Semua aspek harus dipersiapkan dengan matang agar implementasinya berjalan efektif,” ujar Fajar kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Wacana itu mengemuka setelah Presiden Prabowo menyampaikan gagasan penguatan pembelajaran bahasa Prancis dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Prancis dan pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron pada akhir Mei 2026.
Menurut Fajar, bahasa Prancis bukan mata pelajaran baru dalam sistem pendidikan Indonesia. Sejumlah SMA dan SMK telah mengajarkan bahasa tersebut sebagai mata pelajaran pilihan maupun lintas minat.
Ia menjelaskan pembelajaran bahasa asing telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan pembelajaran bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di satuan pendidikan.
Fajar menilai penguatan pembelajaran bahasa asing dapat menjadi bagian dari strategi diplomasi pendidikan dan budaya Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
“Bahasa asing bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk memperkuat kerja sama pendidikan, ekonomi, budaya, dan hubungan internasional,” kata Fajar.
Pemerintah menilai penguasaan bahasa asing tidak perlu terbatas pada bahasa Inggris. Saat ini sejumlah sekolah di Indonesia juga mengajarkan bahasa Mandarin, Jepang, Jerman, Arab, dan bahasa asing lainnya sebagai penguatan kompetensi global peserta didik.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari sebelumnya menyebut arahan Presiden Prabowo terkait penguatan pembelajaran bahasa Prancis berkaitan dengan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Selain relevan dengan kebutuhan globalisasi, rencana perluasan pembelajaran bahasa Prancis dan Portugis dinilai berkaitan dengan hubungan Indonesia yang semakin intensif dengan negara-negara pengguna kedua bahasa tersebut. Bahasa Prancis digunakan di berbagai negara Eropa, Afrika, dan Kanada, sedangkan bahasa Portugis menjadi bahasa resmi di Portugal, Brasil, Timor-Leste, serta sejumlah negara Afrika.
Meski demikian, sejumlah pengamat pendidikan mengingatkan perluasan mata pelajaran bahasa asing harus disertai kesiapan sumber daya manusia, termasuk ketersediaan guru bersertifikasi, bahan ajar, kurikulum yang relevan, serta pemerataan akses pendidikan.
Hingga kini, pemerintah masih mengevaluasi apakah bahasa Prancis dan Portugis nantinya akan menjadi mata pelajaran wajib, pilihan, atau diterapkan terbatas pada sekolah yang memiliki kesiapan sumber daya dan kebutuhan tertentu.
Fajar menegaskan setiap kebijakan pendidikan harus melalui evaluasi menyeluruh agar memberikan manfaat bagi peserta didik dan mendukung kebutuhan pembangunan nasional jangka panjang. (Ari)
-
NASIONAL18/07/2026 13:00 WIBDPR Minta Stop Proyek Dapur MBG Sampai Ada Kejelasan
-
NUSANTARA18/07/2026 18:00 WIBDamai Gagal! Adonara Kembali Bersimbah Darah
-
POLITIK18/07/2026 15:00 WIBGaya Komunikasi Agresif dan Defensif, Pengamat: Qodari Tidak Cerminkan Kepala Bakom
-
OTOTEK18/07/2026 12:30 WIBArti Warna Foto Profil WhatsApp Ternyata Bikin Salah Paham
-
POLITIK18/07/2026 17:33 WIBKPK Nilai Penyediaan APK oleh Negara Bisa Kurangi Ongkos Politik
-
FOTO18/07/2026 22:00 WIBFOTO: InJourney dan Pertamina Ajak Masyarakat Dukung MotoGP Mandalika 2026
-
NASIONAL18/07/2026 16:00 WIBMardari Sarankan Natalius Pigai Datangi Aksi Kamisan, Bukan Menunggu Aktivis
-
POLITIK18/07/2026 21:00 WIBKPK Dorong Kampanye Pemilu Lebih Sederhana dan Berbasis Adu Gagasan

















