NASIONAL
Bung Karno Ingin Dimakamkan di Priangan, Mengapa Berakhir di Blitar?
AKTUALITAS.ID – Tepat 56 tahun lalu, pada 21 Juni 1970, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno, mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Namun, hingga kini, bukan hanya perjalanan hidupnya yang terus menjadi bahan kajian sejarah, melainkan juga keputusan mengenai lokasi pemakamannya.
Dalam berbagai sumber, termasuk autobiografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams, Bung Karno pernah mengungkapkan keinginannya untuk dimakamkan di tempat yang teduh, dikelilingi alam yang asri di kawasan Priangan. Sejumlah penulis dan sejarawan juga menyebut adanya catatan wasiat yang mengarah pada kawasan Batu Tulis atau Kebun Raya Bogor sebagai lokasi yang diharapkannya.
Namun kenyataan berkata lain. Pemerintah saat itu di bawah Presiden Soeharto memutuskan Bung Karno dimakamkan di Blitar, Jawa Timur, berdampingan dengan makam ibundanya. Keputusan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1970.
Dalam autobiografinya, Soeharto menjelaskan bahwa penentuan lokasi makam dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan untuk menghindari perbedaan pendapat di kalangan keluarga. Ia juga menilai kedekatan Bung Karno dengan sang ibu menjadi alasan kuat memilih Blitar.
Di sisi lain, sejumlah sejarawan dan tokoh, termasuk Jusuf Wanandi serta Asvi Warman Adam, menilai keputusan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari situasi politik Indonesia pasca-1965. Mereka berpendapat bahwa makam Bung Karno yang berada terlalu dekat dengan Jakarta dikhawatirkan dapat menjadi pusat mobilisasi politik para pendukungnya. Penafsiran ini merupakan pandangan sejumlah sejarawan dan bukan merupakan fakta yang telah disepakati secara universal.
Menjelang akhir hayatnya, Bung Karno menjalani masa yang berat. Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, ia berada dalam status tahanan rumah dan mengalami pembatasan aktivitas serta kunjungan. Sejumlah kesaksian tokoh, termasuk Ali Sadikin, menggambarkan kondisi tempat tinggal Bung Karno saat itu jauh dari layak dan sangat berbeda dengan sosok yang dikenal mencintai kebersihan serta keindahan.
Meski lokasi pemakamannya berbeda dari keinginan yang banyak dikutip dalam berbagai sumber, makam Bung Karno di Blitar hingga kini tetap menjadi salah satu tujuan ziarah nasional. Ribuan orang datang setiap tahun untuk mengenang jasa sang Proklamator yang bersama Mohammad Hatta memerdekakan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Lebih dari lima dekade setelah wafatnya, kisah mengenai wasiat terakhir Bung Karno dan keputusan lokasi pemakamannya masih menjadi bagian dari diskusi sejarah Indonesia yang terus menarik perhatian publik. Sejarawan memiliki beragam interpretasi terhadap peristiwa tersebut, sehingga penting membedakan antara fakta yang terdokumentasi dan analisis sejarah yang masih diperdebatkan. (Mun)
-
NASIONAL05/08/2026 11:00 WIBWaspadai Potensi Kericuhan, Aksi 50 Ribu Buruh Ditunda
-
OTOTEK05/08/2026 13:30 WIBWhatsApp Kena Gelombang Suspend, Begini Cara Selamatkan Akun
-
EKBIS05/08/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat ke 6.338
-
POLITIK05/08/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu Minta MK Rombak Aturan Sengketa Pilpres
-
JABODETABEK05/08/2026 15:30 WIBPrajurit TNI Diduga Aniaya Eks Polisi Hingga Tewas
-
NUSANTARA05/08/2026 14:30 WIBEl Nino Mengganas, BMKG Tetapkan 7 Provinsi Status Awas
-
JABODETABEK05/08/2026 16:30 WIBBMKG Ungkap Alasan Jakarta Tiba-Tiba Diguyur Hujan
-
POLITIK05/08/2026 16:00 WIBPrabowo 2 Periode Bergema, Dasco Fokus Menangkan Gerindra

















