Connect with us

NASIONAL

Waka MPR Dorong EBT Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indonesia berada di persimpangan jalan dalam arus besar transisi energi global. Di balik narasi penyelamatan lingkungan, muncul kekhawatiran nyata bahwa negeri ini hanya akan dijadikan penonton sekaligus pasar empuk bagi gempuran teknologi hijau asing.

Peringatan tajam tersebut dilontarkan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, saat menyerap aspirasi KADIN Jawa Tengah dan para pelaku industri dalam ajang Central Java Green Industry Initiative di Semarang.

Eddy menekankan bahwa pengalihan ke Energi Baru Terbarukan (EBT) bukan sekadar formalitas iklim, melainkan pertaruhan kedaulatan ekonomi dan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.

“Transisi energi jangan hanya membuat kita menjadi pasar teknologi hijau dari luar negeri. Kita harus memastikan industri dalam negeri ikut tumbuh, tenaga kerja Indonesia mendapatkan pekerjaan berkualitas, dan nilai tambahnya tinggal di Indonesia,” tegas Eddy, Kamis (13/8/2026).

BACA JUGA  Pemilu Terpisah Mulai 2029? PAN Khawatir Biaya Politik Jadi 'Mahal Sekali'

Jawa Tengah dinilai memiliki amunisi lengkap untuk menjadi benteng industri hijau nasional. Dengan potensi EBT melimpah melebihi 200 GW dan capaian investasi 2025 yang menembus Rp110 triliun serta menyerap lebih dari 418 ribu tenaga kerja, Jateng siap melesat. Namun, potensi raksasa ini terancam sia-sia jika persoalan struktural tak kunjung dibenahi.

Eddy menyoroti kerikil tajam dalam ekosistem investasi seperti birokrasi yang berbelit, ketidakpastian hukum, serta beban biaya tinggi (green cost premium) yang sering membuat investor enggan berinvestasi.

“Kalau kita ingin investasi hijau masuk dalam skala besar, investor butuh regulasi yang konsisten, perizinan yang cepat, dan insentif yang tepat sasaran,” ujanya.

Ia menegaskan, transisi energi harus menjadi mesin penggerak ekonomi baru yang membawa keuntungan berlipat: emisi karbon menyusut, industri lokal berjaya, dan tenaga kerja dalam negeri menikmati lapangan kerja yang berkualitas. (Mun)

BACA JUGA  Eddy Soeparno Serukan Kesatuan Dukungan untuk Arahan Presiden Prabowo dalam Pembangunan IKN

TRENDING