Connect with us

NUSANTARA

Sungai Meluap, Satu Desa di Sultra Terputus Total Akibat Banjir

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: Ist

AKTUALITAS.ID – Kabar duka datang dari Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, di hari-hari setelah perayaan Idulfitri. Banjir akibat luapan Sungai Lalindu telah menyebabkan satu desa di Kecamatan Wiwirano terisolasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut melaporkan Desa Padalere Utama kini tak dapat diakses lantaran jembatan penghubung utama terendam banjir.

Kepala BPBD Konawe Utara, Muh Aidin, menjelaskan jembatan gantung sepanjang 60 meter dengan lebar 1,5 meter yang menjadi satu-satunya akses bagi warga Desa Padalere Utama, kini tertutup air setinggi sekitar 70 centimeter. Luapan sungai ini terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak hari kedua Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.

“Jembatan gantung itu satu-satunya akses untuk menyeberang di salah satu Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano,” ungkap Muh Aidin, Kamis (3/4/2025).

Akibatnya, sekitar 105 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 400 jiwa yang tinggal di desa tersebut kini terisolasi dan kesulitan untuk keluar maupun mendapatkan akses dari luar.

Pemerintah Daerah Konut telah bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan logistik kepada 105 KK terdampak sebelum Hari Raya Idulfitri. Namun, untuk kebutuhan logistik saat ini, BPBD masih dalam tahap persiapan. Muh Aidin menambahkan satu-satunya cara untuk mengirimkan bantuan saat ini adalah dengan menggunakan rakit atau perahu milik warga, mengingat jembatan tidak dapat dilalui.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dan memastikan keselamatan warga, BPBD Konut bekerja sama dengan pihak kepolisian, pemerintah desa dan kecamatan setempat, serta para relawan. Mereka terus bersiaga dan memantau situasi untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Kami punya relawan BPBD desa dan kecamatan, bersama Polsek, dan aparat desa semua kita siagakan. Dan Alhamdulillah komunikasi kita terpantau,” kata Muh Aidin, seperti dilansir dari Antara.

Selain itu, Muh Aidin juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bahaya lain, seperti ancaman buaya dan material kayu yang terbawa arus sungai yang deras. Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama di musim hujan. (Mun/Ari Wibowo)

TRENDING