NUSANTARA
Wartawan Diintimidasi & HP Dirampas Saat Liput Demo Berdarah di Aceh
AKTUALITAS.ID – Gelombang protes penolakan Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) berubah menjadi sorotan serius terhadap kebebasan pers. Di tengah hujan gas air mata dan aksi pembubaran massa, sedikitnya empat wartawan dilaporkan mengalami intimidasi, perampasan alat kerja, hingga pemaksaan penghapusan dokumentasi oleh aparat saat meliput demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh.
Insiden itu terjadi saat demonstrasi Aliansi Rakyat Aceh (ARA) memanas pada Rabu (13/5/2026) malam.
Salah satu korban adalah kontributor CNN Indonesia, Dani Randi. Ia mengaku mengalami intimidasi ketika berusaha menyelamatkan diri dari kericuhan yang pecah di depan Kantor Gubernur Aceh.
Saat aparat memukul mundur massa, Dani berlindung di area rubanah Gedung Serbaguna Balee Meuseuraya Aceh (BMA) sambil menulis laporan menggunakan tablet karena baterai ponselnya habis.
Namun situasi berubah mencekam ketika sejumlah aparat berpakaian preman masuk ke lokasi dan menyisir warga yang berlindung.
Meski sudah menunjukkan kartu identitas pers dan menjelaskan dirinya tengah bertugas sebagai jurnalis, Dani mengaku tetap mendapat tekanan.
“Aparat kemudian berupaya merampas tablet dan telepon genggam miliknya,” kata Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Aceh, Rino Abonita.
Dalam kondisi mata perih akibat paparan gas air mata, Dani disebut kesulitan mengenali aparat yang mengerumuninya.
Alat kerja Dani akhirnya dikembalikan setelah salah seorang aparat mengenalinya sebagai wartawan. Namun ia mengaku tetap dipaksa menghapus foto dan video hasil liputannya.
Selain Dani, tiga jurnalis perempuan lainnya juga dilaporkan mengalami tindakan serupa. Mereka adalah Hulwa Dzakira dari Waspada.id, Helena dari RMOL Aceh, dan Nora dari AJNN.net.
Ketiganya disebut dipaksa oknum polwan untuk menghapus rekaman saat aparat memukul mundur massa demonstran.
KKJ Aceh mengecam keras dugaan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis tersebut.
“Mengintimidasi, memaksa menghapus produk jurnalistik, dan merampas alat kerja bertentangan dengan prinsip kemerdekaan pers,” tegas Rino.
KKJ juga mendesak kepolisian segera mengusut aparat yang terlibat karena tindakan tersebut dinilai masuk delik umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers.
Menanggapi polemik itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Andi Kirana mengaku telah bertemu dengan para jurnalis korban intimidasi.
Ia menyatakan pihak kepolisian berkomitmen menindaklanjuti laporan tersebut dan meminta maaf atas insiden yang terjadi.
“Situasi saat itu tidak terkendali lagi saat aksi sudah mulai ricuh,” kata Andi.
Ia juga berjanji akan mengevaluasi dugaan keterlibatan oknum polwan dalam intimidasi terhadap wartawan.
Menurut Andi, Polresta Banda Aceh telah menerbitkan petunjuk dan arahan agar seluruh personel menghormati kerja jurnalistik saat peliputan aksi unjuk rasa.
Kericuhan sendiri bermula ketika massa Aliansi Rakyat Aceh mencoba menerobos masuk ke kompleks Kantor Gubernur Aceh untuk menuntut pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA.
Massa menilai aturan tersebut membatasi akses layanan kesehatan gratis bagi warga Aceh dan bertentangan dengan Qanun JKA yang selama ini berlaku.
Situasi memanas ketika demonstran dan aparat terlibat aksi saling dorong yang kemudian berujung lemparan botol, penyemprotan water cannon, hingga tembakan gas air mata.
Hingga malam hari, aparat masih melakukan penyisiran dan pembubaran massa di sekitar lokasi aksi, sementara ambulans hilir mudik mengevakuasi peserta demo yang pingsan akibat paparan gas air mata. (Irawan/Mun)
-
NUSANTARA16/05/2026 21:21 WIBLiput Kasus Kondensat, Wartawan di Medan Mengaku Diculik dan Dipaksa Klarifikasi
-
DUNIA16/05/2026 20:00 WIBUEA: Tidak Butuh Perlindungan Dari Luar untuk Pertahankan Kedaulatan
-
PAPUA TENGAH16/05/2026 19:30 WIBHujan Gol, SMA Negeri 5 Gulung SMA Advent 4-0
-
EKBIS16/05/2026 19:00 WIBSatu Bank Umum Syariah Baru Akan Hadir Tahun ini
-
JABODETABEK16/05/2026 18:30 WIBPeresmian Koperasi Desa Merah Putih di Meruya, Dihadiri Pangdam-Kapolda
-
JABODETABEK17/05/2026 05:30 WIBHujan Ringan Ancam Aktivitas Warga Jakarta Hari Minggu
-
NASIONAL16/05/2026 22:00 WIBBareskrim Dalami Jaringan Narkoba yang Seret Oknum Polisi
-
NASIONAL16/05/2026 23:00 WIBPPIH Fokus Dampingi Jemaah Lansia dan Disabilitas Menuju Makkah

















