Berita
Kapal Asing Masuk Tanpa Ijin, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan di Natuna
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan mendorong pemerintah pusat untuk memperketat pengawasan di perairan Natuna agar tidak ada kapal asing yang masuk tanpa ijin. Pelaksana Gubernur Kepri Isdianto mengatakan persoalan kapal asing yang masuk ke perairan Natuna, seperti kapal asal China seharusnya tidak terjadi. Pemprov Kepri, kata dia, memiliki keterbatasan dalam menangani permasalahan tersebut […]
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan mendorong pemerintah pusat untuk memperketat pengawasan di perairan Natuna agar tidak ada kapal asing yang masuk tanpa ijin.
Pelaksana Gubernur Kepri Isdianto mengatakan persoalan kapal asing yang masuk ke perairan Natuna, seperti kapal asal China seharusnya tidak terjadi. Pemprov Kepri, kata dia, memiliki keterbatasan dalam menangani permasalahan tersebut karena menyangkut pertahanan keamanan.
“Permasalahan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, karena itu kami mandorong agar pengawasan du wilayah NKRI diperketat,” ujarnya, Kamis (2/1/2020).
Isdianto meyakini pemerintah pusat memperhatikan permasalahan pertahanan keamanan di kawasan perbatasan, seperti di Natuna. Aparat dari sejumlah institusi sudah memberi atensi terhadap permasalahan itu.
“Bagian terpenting adalah mengawasi dan mengamankan wilayah NKRI, terutama di daerah perbatasan seperti Natuna,” katanya.
-
FOTO19/09/2026 16:49 WIB
KWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang Kontak
-
JABODETABEK19/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Sabtu Hadir di 5 Titik Jakarta
-
JABODETABEK19/09/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan Berpotensi Turun di Jakarta Sabtu
-
NUSANTARA19/09/2026 08:30 WIBDua Mahasiswi Jadi Korban Tabrak Lari di Toba
-
DUNIA19/09/2026 08:00 WIBIsrael Siapkan Operasi Darat Baru di Gaza
-
NASIONAL19/09/2026 06:00 WIBDoa Menggema di DPR untuk 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang
-
POLITIK19/09/2026 09:30 WIBJeirry Sumampow: Rekrutmen KPU-Bawaslu Jadi Titik Rawan Demokrasi
-
POLITIK19/09/2026 07:00 WIBPrabowo: Reshuffle Bisa Terjadi Lagi

















