Connect with us

EKBIS

Pulihkan UMKM Terdampak Bencana, Pemerintah Alokasikan Dana Rp93 Miliar

Aktualitas.id -

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman saat berkunjung ke Pasar Pagi Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (30/12/2025). (Humas - Kementerian UMKM)

AKTUALITAS.ID – Untuk pemulihan UMKM yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mengalokasikan dana sebesar Rp93 miliar.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman, mengatakan dana tersebut diambil dari pagu awal anggaran 2026 sebesar Rp546 miliar, sehingga setelah konsolidasi pagu akhir Kementerian UMKM menjadi Rp453 miliar.

“Jadi ada kebijakan untuk mengkonsolidasi anggaran dari Rp546 miliar nanti akan dipersiapkan untuk mendukung pemulihan ekonomi saudara kita yang tertimpa bencana Sumatera,” ujar Maman Abdurahman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, dan sarana publikasi, di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Maman menjelaskan anggaran kementerian sebesar Rp453 miliar tersebut dibagi ke enam pos utama, yakni belanja pegawai sebesar Rp116 miliar, operasional dan pemeliharaan sarana prasarana Rp85 miliar, nonoperasional Rp216 miliar, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lembaga Layanan Pengembangan UMKM atau Smesco Rp35 miliar.

Dari pos nonoperasional, Rp166 miliar dialokasikan untuk program nasional dan Rp50 miliar untuk kegiatan strategis kementerian.

Maman menyebutkan program strategis Kementerian UMKM mencakup delapan inisiatif, yaitu Sapa UMKM, Kartu Usaha, Holding UMKM, keterlibatan UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis, kemitraan dan hilirisasi, perluasan akses pembiayaan, Entrepreneur Hub, serta transformasi usaha.

Lebih lanjut, Maman menuturkan dalam rangka pemulihan ekonomi pasca bencana, Kementerian UMKM juga membentuk Klinik UMKM Bangkit di tiga provinsi.

Di Aceh, klinik didirikan di lima kabupaten, yakni Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.

Di Sumatera Utara, klinik dibuka di Tapanuli Tengah dan Kota Medan, sementara di Sumatera Barat hanya satu lokasi di Kota Padang.

Menurut Maman, jumlah klinik terbanyak ditempatkan di Aceh karena tingkat keparahan dampak bencana paling tinggi, disusul Sumatera Utara, sedangkan Sumatera Barat diperkirakan lebih cepat pulih.

Ia memaparkan Klinik UMKM Bangkit akan memberikan tiga layanan utama, yaitu layanan pembiayaan berupa relaksasi pinjaman dan dukungan modal, layanan belanja produk lokal untuk membuka akses pasar bagi UMKM, serta layanan produksi yang menawarkan solusi alternatif bagi UMKM yang tidak dapat melanjutkan kegiatan usaha.

Maman menegaskan bahwa pemulihan ekonomi pascabencana tidak bisa selesai dalam hitungan minggu atau bulan, melainkan membutuhkan waktu satu hingga dua tahun.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING