DUNIA
Trump Sebut Nasib Perang Iran Ditentukan Bersama Israel
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa keputusan mengenai kapan perang dengan Iran akan berakhir akan dibahas bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Dalam wawancara dengan media The Times of Israel pada Minggu (8/3/2026), Trump mengatakan dirinya tetap mempertimbangkan pandangan Netanyahu meskipun keputusan akhir berada di tangannya sebagai presiden.
“Saya pikir itu keputusan bersama sampai batas tertentu. Kami terus berdiskusi. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semua pertimbangan akan diperhitungkan,” kata Trump.
Trump juga menegaskan bahwa Iran merupakan ancaman serius bagi Israel dan kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kerja sama antara Amerika Serikat dan Israel menjadi faktor penting dalam menghadapi kekuatan militer Iran.
“Iran akan menghancurkan Israel dan wilayah di sekitarnya. Kami bekerja sama. Kami telah menghancurkan sebuah negara yang ingin menghancurkan Israel,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Israel melanjutkan perang setelah Amerika Serikat menghentikan operasi militernya, Trump menolak memberikan penjelasan lebih jauh.
“Saya rasa itu tidak akan diperlukan,” kata Trump singkat.
Trump juga belum menetapkan jadwal pasti mengenai kapan konflik tersebut akan berakhir. Namun, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya menyebut perang diperkirakan berlangsung antara empat hingga enam pekan.
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sendiri dimulai pada 28 Februari, ketika kedua negara melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap sejumlah target strategis di Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Amir Hatami, serta Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Mohammed Pakpour.
Wawancara Trump dilakukan tidak lama setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Majelis Ahli Iran menunjuk putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya.
Beberapa jam sebelumnya, Trump juga menyampaikan kepada ABC News bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama jika tidak mendapat persetujuan dari Gedung Putih.
“Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi,” ujar Trump menanggapi kabar terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Iran berikutnya.
Situasi geopolitik di Timur Tengah hingga kini masih memanas, sementara dunia internasional terus memantau perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memicu eskalasi lebih luas di kawasan tersebut. (Mun)
-
NASIONAL09/03/2026 13:00 WIBJK: Perdamaian Harus Dimulai dari Pengakuan Palestina
-
OLAHRAGA09/03/2026 17:00 WIBBupati Mimika Optimistis Persemi Juara Liga 4 Papua Tengah
-
DUNIA09/03/2026 12:00 WIBIran Pilih Mojtaba Khamenei, Barat Khawatir Arah Politik Baru
-
NASIONAL09/03/2026 12:15 WIBKejagung Geledah Ombudsman RI Terkait Perintangan Penyidikan Kasus Migor
-
NASIONAL09/03/2026 20:41 WIBAnggota DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Koperasi BLN
-
NASIONAL09/03/2026 21:14 WIBKomisi III DPR Desak Polisi Cekal Ketua Koperasi BLN
-
EKBIS09/03/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Ambles Rp55 Ribu
-
NASIONAL10/03/2026 00:01 WIBPolisi Selidiki Kasus Investasi BLN, Kuasa Hukum Korban Ungkap Skemanya

















