Connect with us

NUSANTARA

BPBA: 90 Hektare Lahan Terbakar di Nagan Raya

Aktualitas.id -

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terus menunjukkan tren mengkhawatirkan. Hingga Jumat (5/6/2026), luas lahan yang terbakar dilaporkan mencapai sekitar 90 hektare dan berpotensi terus bertambah akibat cuaca panas serta angin kencang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menunjukkan titik kebakaran tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Darul Makmur dan Kecamatan Tripa Makmur.

Kepala BPBA Bahron Bakti mengatakan petugas gabungan masih berjibaku di lapangan untuk mengendalikan kobaran api yang hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

“Lebih kurang 90 hektare lahan terbakar,” kata Bahron Bakti, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBA, titik kebakaran berada di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, serta Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

BACA JUGA  China Keluarkan Peringatan Oranye untuk Kebakaran Hutan Selama Libur May Day

BPBA telah mengerahkan berbagai peralatan dan sumber daya untuk mempercepat proses pemadaman, termasuk dua unit mesin pompa air dan armada pemadam kebakaran.

Namun hingga Kamis malam, sejumlah titik api masih aktif dan terus membakar area lahan yang luas.

Kondisi cuaca yang panas disertai hembusan angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api di lapangan.

“Namun belum bisa dipadamkan, diperkirakan akan meluas mengingat kondisi cuaca yang panas dan angin kencang,” ujar Bahron.

Petugas gabungan saat ini fokus melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke kawasan yang lebih luas dan berpotensi mengancam area sekitar.

Tak hanya terjadi di Nagan Raya, kebakaran lahan juga dilaporkan melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat.

BACA JUGA  Karhutla Riau Kembali Mengganas

BPBA mencatat sedikitnya 24 hektare lahan terbakar di daerah tersebut. Dampak paling terasa adalah munculnya kabut asap yang mulai memasuki kawasan permukiman warga.

“Asap kebakaran lahan menyebabkan terganggunya pernapasan warga,” kata Bahron.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya risiko gangguan kesehatan masyarakat apabila kebakaran terus meluas dalam beberapa hari ke depan.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran di Nagan Raya maupun Aceh Barat masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang.

BPBA mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru di wilayahnya.

Dengan cuaca yang masih panas dan tingkat kekeringan yang meningkat, Aceh berpotensi menghadapi ancaman karhutla yang lebih besar apabila langkah pencegahan tidak dilakukan secara maksimal sejak dini. (Kusuma/Mun)

TRENDING