POLITIK
Gejala Otoritarianisme dan Militerisasi Semakin Terlihat di Era Prabowo
AKTUALITAS.ID – Direktur Eksekutif Institute Marhaenisme 27, Deodatus Sunda Se, menilai pola pendekatan keamanan dan romantisme politik Orde Baru mulai dihidupkan kembali. Pasalnya, gejala otoritarianisme ini dianggap semakin terlihat di era Presiden Prabowo Subianto.
Jika dibiarkan hal tersebut tetap berlangsung, maka hukum berpotensi bergeser dari instrumen keadilan menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan.
“Kita sebenarnya sudah tidak heran melihat gejala otoritarianisme dan militerisasi ini karena yang memimpin sekarang kan menantunya Soeharto,” ujar Deodatus yang akrab disapa Dendy itu pada Jumat (19/6/2026).
Dirinya menilai, penempatan perwira aktif dan purnawirawan di pos-pos sipil, model retret kabinet, hingga menguatnya pendekatan keamanan nasional dalam aneka kebijakan publik.
Dari catatannya, sektor yang semestinya menjadi ranah sipil seperti ketahanan pangan, transisi energi, dan distribusi bantuan sosial kini banyak melibatkan aparat militer.
“Koperasi Merah Putih, terus 3.000 rumah, ini kan program populisnya Prabowo sama Makan Bergizi Gratis. Nah, ini banyak keterlibatan TNI di dalamnya,” kata Dendy.
Dirinya menjelaskan, keterlibatan unsur militer juga disebut tampak pada program strategis lain, termasuk di tubuh perusahaan pelat merah.
“Beberapa program lain juga banyak eksekutornya tentara. Misalnya kalau Agrinas itu komisaris utamanya purnawirawan bintang tiga dan kita tahu Agrinas ini sangat sentral perannya,” sambungnya.
Pemerintahan saat ini dinilai memperkuat hegemoni dengan memanfaatkan instrumen negara, terutama militer. Kebijakan yang diambil justru membuka ruang besar bagi budaya komando dalam birokrasi, alih-alih memperkuat reformasi bercorak sipil demokratis. Atas dasar itu, elemen masyarakat sipil menegaskan komitmennya untuk mengawal demokrasi.
“Tidak ada cara lain. Kita akan tetap melawan agar Indonesia tetap di rel konstitusi. Mau tidak mau, kita tetap harus berhimpun, bergerak, dan terus mengorganisir rakyat,” tegas Dendy. (Yan)
-
NASIONAL04/08/2026 20:00 WIBIndonesia Resmi Tembus 290 Juta Penduduk
-
NUSANTARA04/08/2026 23:00 WIBRatusan Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Higiene
-
DUNIA05/08/2026 00:00 WIBIran Tak Lagi Aman, Milisi Kurdi Klaim Gempur Pangkalan IRGC
-
NASIONAL05/08/2026 11:00 WIBWaspadai Potensi Kericuhan, Aksi 50 Ribu Buruh Ditunda
-
OTOTEK05/08/2026 13:30 WIBWhatsApp Kena Gelombang Suspend, Begini Cara Selamatkan Akun
-
EKBIS05/08/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat ke 6.338
-
POLITIK05/08/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu Minta MK Rombak Aturan Sengketa Pilpres
-
NASIONAL04/08/2026 22:00 WIBPrabowo Siapkan Generasi Baru Pemimpin BUMN Lewat Gemblengan TNI

















