Berita
Sudah Aman, Wiranto Sebut Masih Ada Provokasi di Papua
Masih ada provokasi untuk menghasut masyarakat melakukan unjuk rasa susulan.
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, kondisi di Provinsi Papua dan Papua Barat aman, kondusif, dan aktivitas sosial kemasyarakat berjalan normal. Akan tetapi, menurut dia, masih ada provokasi untuk menghasut masyarakat melakukan unjuk rasa susulan.
“Masih ada provokasi, masih ada selebaran-selebaran gelap untuk mendorong, menghasut masyarakat melaksanakan unjuk rasa susulan,” ujar Wiranto sebelum memulai rapat koordinasi di Kantor Kemenko polhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).
Wiranto memimpin rapat koordinasi bersama kementerian terkait yang juga dihadiri Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah kembali ke Jakarta usai berkantor di Markas Kodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua sejak Selasa (3/9).
Wiranto mengatakan, keduanya dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan telah melaporkan perkembangan situasi terkini Papua dan Papua Barat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, Presiden mengintruksikan agar situasi yang kondusif terus dipertahankan.
“Petunjuk Presiden sangat jelas bahwa kondisi yang sangat baik kondusif ini terus dipertahankan,” kata dia.
Wiranto menuturkan, pemerintah juga sudah memastikan terjadinya unjuk rasa yang berujung kerusuhan, kerusakan, dan pembakaran memang dipicu kelompok pimpinan Benny Wenda cs. Ia sebelumnya juga sudah mengatakan, ada satu konspirasi yang datangnya dari luar Indonesia.
“Saya sendiri maupun Kapolri bahwa ini ada satu konspirasi, kekuatan yang ada di luar, dari Benny Wenda cs di sana yang terus memprovoke, memberikan informasi-informasi tdk benar,” tutur Wiranto.
Ia mengatakan, The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berada di balik aksi demonstrasi anarki yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Wiranto meminta agar mereka menghentikan provokasi yang menghasut masyarakat Papua.
“Sehinga kita suda minta agar mereka menghentikan aktivitas itu, menghentikan untuk provokasi, menghasut masyarakat Papua, Papua Barat,” jelas Wiranto.
-
DUNIA03/11/2026 18:00 WIBBayi 2 Bulan Tewas dalam Ledakan Bom Truk Kolombia
-
POLITIK03/11/2026 20:00 WIB4 RUU Prioritas DPR Masa Persidangan II 2026, Ada RUU Perampasan Aset
-
POLITIK03/11/2026 19:00 WIBPemuda LIRA Desak DPR Segera Proses Pemakzulan Gibran
-
NASIONAL03/11/2026 15:30 WIBMabes Polri Diguncang Isu Penangkapan Jenderal
-
NUSANTARA03/11/2026 14:30 WIBBMKG: Jawa Barat Diguncang 129 Kali Gempa dalam Sebulan
-
POLITIK03/11/2026 16:00 WIBDoli: Putusan MA Tak Bisa Dianggap Persoalan Biasa
-
JABODETABEK04/11/2026 05:30 WIBBMKG: Sebagian Besar Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Rabu
-
EKBIS03/11/2026 23:00 WIBSeharian Ngaspal, Ojol Cuma Bawa Pulang Rp60 Ribu
















