Berita
Jhonny G Plate Diminta Jokowi Urus Digitalisasi dan Perlindungan Data
AKTUALITAS.ID – Sekjen DPP Partai Nasdem Jhonny G Plate, diminta oleh Presiden Joko Widodo menjadi menteri di kabinetnya periode 2019-2024. Jhonny mengaku, diminta membantu untuk urusan digitalisasi dan perlindungan data. “Pertemuannya enggak lama sebentar saja. Berdiskusi tentang pengembangan startup bisnis, unicorn,” kata Jhonny di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10). Digitalisasi data dan perlindungannya, juga dibicarakan […]
AKTUALITAS.ID – Sekjen DPP Partai Nasdem Jhonny G Plate, diminta oleh Presiden Joko Widodo menjadi menteri di kabinetnya periode 2019-2024. Jhonny mengaku, diminta membantu untuk urusan digitalisasi dan perlindungan data.
“Pertemuannya enggak lama sebentar saja. Berdiskusi tentang pengembangan startup bisnis, unicorn,” kata Jhonny di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10).
Digitalisasi data dan perlindungannya, juga dibicarakan antara dia dengan Presiden. “Juga berhubungan dengan data-data nasional. Hal hal terkait digitalisasi data,” katanya.
Hanya saja, apakah jabatan itu berarti diamanatkan untuk Menkominfo, Jhonny belum bisa memastikan. Lantaran tidak diberi tahu secara spesifik. “Bapak presiden tidak menyebut secara spesifik karena itu disampaikan besok,” katanya.
Hingga kini, tercatat sudah tiga kader dari Partai NasDem yang dipanggil untuk calon menteri. Sebelumnya ada Syahrul Yasin Limpo dan Siti Nurbaya Bakar.
-
POLITIK04/11/2026 11:30 WIBTiga Tersangka Belum Cukup, SDI Tagih Siapa Pemesan Penyadapan
-
NASIONAL04/11/2026 13:00 WIBGerak Cepat TNI, Ribuan Prajurit Merapat ke Ibu Kota?
-
DUNIA04/11/2026 12:00 WIBDi Tengah Negosiasi, Iran Klaim Hancurkan Drone A
-
POLITIK04/11/2026 12:30 WIBSenator ProDem: Siapa Bandar Gelap di Balik Sadap Prabowo?
-
POLITIK04/11/2026 14:30 WIBMenko Yusril: Belum Ada Pembahasan Pengganti Listyo Sigit
-
POLITIK04/11/2026 20:00 WIBGerindra Desak Dalang Penyadap Presiden Dibongkar
-
DUNIA04/11/2026 15:00 WIBAS Serang Iran Secara Diam-Diam
-
POLITIK04/11/2026 14:00 WIBPDIP Sebut Penyadapan Prabowo Ancaman Serius Negara
















