DUNIA
Trump Klaim AS Bisa ‘Habisi’ Iran Saat Pemakaman Khamenei
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah melontarkan komentar mengenai prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan Axios, Trump mempertanyakan kesedihan jutaan warga Iran yang menghadiri prosesi tersebut dan menyebut tangisan mereka kemungkinan hanyalah “air mata palsu.”
Trump mengaku mengikuti perkembangan prosesi pemakaman yang berlangsung di Teheran dan menyatakan dirinya terkejut melihat besarnya jumlah pelayat yang hadir.
“Mungkin itu air mata palsu,” ujar Trump, Sabtu (4/7/2026) waktu Amerika Serikat.
Selain mempertanyakan kesedihan para pelayat, Trump juga menyampaikan pernyataan keras mengenai kemampuan militer Amerika Serikat. Dalam wawancara tersebut, ia mengatakan bahwa AS memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan ketika para pemimpin Iran berkumpul dalam satu lokasi, namun mengklaim hal itu tidak dilakukan karena masih membuka ruang bagi proses perundingan.
“Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja, kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya lagi pihak untuk diajak bernegosiasi,” kata Trump.
Pernyataan tersebut muncul ketika puluhan ribu hingga jutaan warga Iran memadati kawasan Imam Khomeini Grand Mosalla, Teheran, untuk mengikuti prosesi penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei. Para pelayat mengenakan pakaian hitam, membawa bendera Republik Islam Iran, mengangkat foto Khamenei, serta meneriakkan berbagai slogan selama upacara berlangsung.
Dalam laporan Reuters, sejumlah pelayat menyampaikan kemarahan mereka terhadap Amerika Serikat. Salah seorang warga, Arash Rahimi, mengatakan dirinya menginginkan balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran dan menilai hubungan kedua negara tidak akan membaik.
Prosesi pemakaman juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi Iran, di antaranya Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Majelis Permusyawaratan Mohammad Bagher Ghalibaf, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta Komandan Pasukan Quds IRGC Esmail Qaani. Salat jenazah dipimpin ulama senior Ayatollah Jafar Sobhani.
Sementara itu, tiga putra Ali Khamenei, yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa, terlihat menghadiri upacara tersebut. Adapun Mojtaba Khamenei, yang disebut-sebut sebagai penerus kepemimpinan, dilaporkan tidak hadir. Sejumlah media melaporkan ketidakhadirannya dikaitkan dengan pertimbangan keamanan.
Pernyataan Trump mengenai para pelayat dan kemampuan militer Amerika Serikat kembali menyoroti tingginya ketegangan antara Washington dan Teheran. Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari pemerintah Iran terhadap komentar terbaru Trump tersebut. (Mun)
-
NASIONAL07/07/2026 19:44 WIBLonjakan Harta Zita Anjani, AHY, dan Ibas di LHKPN Berujung Desakan Audit dan Laporan ke KPK
-
RIAU08/07/2026 13:45 WIBKapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Riau
-
NASIONAL07/07/2026 20:32 WIBPemerintah Tolak Bentuk Tim Investigasi Kasus Penembakan Pilot AS di Papua
-
JABODETABEK07/07/2026 20:00 WIBPramono Anung akan Kaji Usulan Tarif Langganan Rp200 Ribu per Bulan untuk Transjakarta dan Transjabodetabek
-
NASIONAL07/07/2026 21:30 WIBYusril: Agama, Etika, dan Konstitusi Jadi Pilar Demokrasi Indonesia
-
NASIONAL08/07/2026 06:00 WIBMuzani: Presiden Berhak Tunjuk Siapa Saja Wakili Negara
-
NUSANTARA08/07/2026 08:30 WIBHeboh ASN Pandeglang Diduga LGBT
-
DUNIA08/07/2026 08:00 WIBBom Guncang Damaskus Saat Macron Berkunjung

















