Connect with us

DUNIA

Iran Naikkan Isu Serangan AS ke DK PBB

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Tensi di Teluk Persia meliuk semakin panas. Pemerintah Iran secara resmi melayangkan protes keras dan menuntut Dewan Keamanan (DK) PBB untuk segera menjatuhi sanksi serta tindakan tegas terhadap Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil usai pasukan militer AS melancarkan serangan udara mendadak ke Pulau Larak pada Minggu malam (30/8/2026).

Teheran mengutuk keras aksi penyerangan tersebut dan melabelinya sebagai bentuk agresi terang-terangan, kejahatan perang, serta ancaman serius terhadap kedaulatan negara.

Dalam surat resminya kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden DK PBB, Kuasa Usaha Iran untuk PBB, Gholamhossein Darzi, mengungkapkan bahwa gempuran militer AS tidak hanya menewaskan dan melukai personel militer penjaga perbatasan, tetapi juga menyasar warga sipil serta merusak infrastruktur publik.

BACA JUGA  Iran: Perang Tak Bisa Dimenangkan dengan Cuitan

“Republik Islam Iran mengutuk keras tindakan agresi yang melanggar hukum ini,” tegas Darzi, dikutip dari Press TV, Selasa (1/9/2026).

Tidak tinggal diam, Iran menegaskan telah merespons serangan AS tersebut secara proporsional. Dengan mengacu pada Pasal 51 Piagam PBB tentang hak membela diri, angkatan bersenjata Iran langsung melancarkan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer AS di Yordania lokasi yang diduga menjadi titik berangkat agresi Washington.

Darzi menambahkan, serangan ke Pulau Larak merupakan puncak dari rentetan aksi permusuhan yang dilancarkan AS dan Israel sejak Februari lalu. Selain serangan fisik, AS dianggap telah melakukan blokade laut ilegal dan terorisme ekonomi yang melumpuhkan rakyat Iran.

BACA JUGA  Iran Diguncang Demo Besar, 7 Orang Tewas hingga Patung Soleimani Dibakar

“Satu-satunya sumber ketidakamanan bagi navigasi dan keselamatan maritim di Teluk Persia serta Selat Hormuz adalah perilaku melanggar hukum dan petualangan mendestabilisasi dari AS dan rezim Zionis,” lanjut surat tersebut.

Iran mendesak PBB untuk memaksa AS segera menghentikan seluruh operasi militernya di kawasan tersebut demi mencegah meletusnya perang terbuka yang lebih luas di Timur Tengah. (Mun)

TRENDING