Connect with us

DUNIA

Kim Jong Un: AL Korut Harus Bisa Balas Mematikan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menegaskan komitmennya untuk mengtransformasi Angkatan Laut Korea Utara menjadi kekuatan militer yang dipersenjatai nuklir. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya aktivitas latihan militer gabungan di sekitar kawasan Semenanjung Korea.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Kim saat menghadiri upacara peresmian kapal perang generasi baru Kang Kon di Pelabuhan Wonsan, Minggu (6/9/2026), sebagaimana dilaporkan media resmi Korea Utara, KCNA.

“Kita harus memastikan bahwa pengoperasian sistem tempur nuklir yang beragam dan efektif dilakukan untuk perang sesungguhnya melalui pengembangan angkatan laut kita menjadi kekuatan bersenjata nuklir,” tegas Kim.

Ia menambahkan, kapal perusak generasi baru tersebut dirancang untuk memberikan pukulan balasan yang mematikan kepada pihak musuh kapan pun perintah eksekusi diturunkan. Dalam dokumentasi foto yang dirilis KCNA, Kim tampak hadir mendampingi putrinya, Kim Ju Ae, sembari melambaikan tangan ke arah kapal perang utama tersebut.

BACA JUGA  Bantu Daerah Terdampak Bencana, Kim Jong-un Kerahkan Militer

Para pengamat militer menilai, jargon “Angkatan Laut dipersenjatai nuklir” merujuk pada pengerahan kapal-kapal perang modern sebagai platform peluncuran rudal jelajah berhulu ledak nuklir.

Profesor dari Universitas Kyungnam, Lim Eul Chul, menyebut gertakan Kim sebagai indikasi kuat bahwa Pyongyang bersiap meluncurkan aset strategis baru, termasuk kapal selam yang mampu menembakkan Submarine-Launched Ballistic Missile (SLBM). Pengerahan kapal Kang Kon di Laut Timur dinilai sengaja dirancang agar aset-aset militer lawan berada dalam jangkauan tembak langsung.

Eskalasi propaganda militer ini bertepatan dengan digelarnya latihan militer maritim gabungan bertajuk Freedom Edge yang melibatkan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan di dekat Pulau Jeju. Seperti biasa, Pyongyang memandang latihan gabungan tersebut sebagai simulasi invasi dan meresponsnya dengan unjuk kekuatan tempur secara langsung. (Mun)

BACA JUGA  Supaya Tak Stres Urus Negara, Kim Jong-un Lempar Sebagian Kewenangan ke Adik

TRENDING