Connect with us

DUNIA

Langit Merah Darah Gegerkan Warga China

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Fenomena alam langka nan mencekam mendadak bikin geger jagat maya. Warga Kota Changzhou, Provinsi Jiangsu, China, dikejutkan oleh pemandangan tak biasa saat langit berubah warna menjadi merah muda hingga merah pekat pada Minggu (31/8/2026) pagi.

Fenomena yang berlangsung sekitar tujuh hingga delapan menit sejak pukul 05.30 waktu setempat itu viral di media sosial, memperlihatkan gumpalan awan gelap berukuran raksasa yang tampak kontras dengan paparan cahaya merah menyala.

Banyak warga mengaitkan penampakan tersebut dengan hal-hal mistis atau pertanda buruk. Namun, pakar meteorologi menegaskan bahwa fenomena tersebut murni akibat kombinasi optik atmosfer yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh (Rayleigh scattering).

Saat Matahari berada di posisi sangat rendah mendekati cakrawala, gelombang cahaya pendek seperti biru dan ungu terbiaskan. Sebaliknya, cahaya bergelombang panjang seperti merah, oranye, dan merah muda menjadi jauh lebih dominan saat menembus lapisan atmosfer yang sarat dengan kelembapan tinggi serta tetesan air sebelum badai.

BACA JUGA  Kritk soal TKA China, Luhut: Merusak Masa Depan Republik

Pemandangan langit merah menyala tersebut rupanya menjadi ‘tirai pembuka’ sebelum cuaca ekstrem mengamuk. Hanya berjarak 20 menit setelah warna merah memudar, wilayah Changzhou langsung diguyur hujan deras yang disertai kilatan petir dan angin kencang.

Dinas Meteorologi Changzhou bahkan sempat mengeluarkan status Peringatan Kuning meny menyusul curah hujan monster yang menembus hingga 150 milimeter di wilayah Henglin, serta 61,1 milimeter hanya dalam waktu satu jam di kawasan Weicun.

Para ahli dari Laboratorium Pemantauan Global NOAA menjelaskan, meski fenomena langit merah kerap mendahului cuaca buruk akibat tingginya partikel air dan aerosol di atmosfer, kondisi ini tidak bisa dijadikan patokan mutlak akan terjadinya bencana. Fenomena tersebut murni interaksi unik antara sudut bias cahaya matahari pagi dan kumpulan awan tebal bertekanan rendah. (Mun)

BACA JUGA  China Luncurkan Dua Baju Antariksa Baru, Astronaut Kini Lebih Nyaman Saat Spacewalk

PF

TRENDING