DUNIA
Tragedi Sudan: Tambang Emas Jadi Kuburan Massal
AKTUALITAS.ID – Tragedi mengerikan kembali mewarnai perburuan logam mulia di Sudan. Sebuah tambang emas di negara bagian Kordofan Barat dilaporkan runtuh dan menelan korban jiwa secara massal. Hingga Rabu (16/9/2026), tercatat 82 orang tewas, puluhan terluka parah, dan banyak lagi yang masih hilang terkubur hidup-hidup di bawah reruntuhan.
Upaya penyelamatan yang berlangsung sejak Selasa malam (15/9/2026) berjalan sangat dramatis dan penuh keputusasaan. Hingga subuh, tim evakuasi swadaya berhasil mengangkat 60 jenazah dari lokasi. Menyusul kemudian, pihak administrator lokal dari Rapid Support Forces (RSF) mengonfirmasi temuan 22 jenazah tambahan.
“Semua orang bekerja sangat keras untuk mengambil jenazah atau korban selamat, tapi ini sulit. Kami membutuhkan alat berat untuk membersihkan batu dan tanah,” ungkap Khair al-Sayyed Jabara, salah satu penambang yang selamat, setelah berjam-jam menggali hanya menggunakan alat ekstraksi emas seadanya.
Fakta Kelam di Balik Tragedi Tambang Sudan:
Tanpa Bantuan Alat Berat: Warga dan rekan penambang terpaksa melakukan evakuasi dengan tangan kosong atau peralatan sederhana, membuat proses pencarian korban yang terjebak sangat lambat.
Terdorong Perang & Kemiskinan: Tingginya pengangguran dan perang saudara membuat pemuda Sudan nekat mempertaruhkan nyawa di tambang-tambang yang tidak diatur seperti Al-Zaraa. Emas kini menjadi urat nadi pendanaan perang bernilai miliaran dolar.
Absennya Negara: Operasi SAR (Search and Rescue) resmi skala besar nyaris mustahil dilakukan. Kordofan Barat saat ini berada di bawah kendali RSF yang kapasitas administrasinya sangat terbatas, membuat warga hanya bisa mengandalkan bantuan komunitas.
Ironi Sang Eksportir: Sudan adalah produsen emas terbesar ketiga di Afrika dengan rekor produksi 70 ton tahun lalu. Mirisnya, hasil kekayaan ini lebih banyak diselundupkan ke luar negeri ketimbang menyejahterakan rakyatnya sendiri.
Insiden runtuhnya tambang di Kordofan Barat ini menjadi cerminan nyata bagaimana masyarakat bawah Sudan harus menukar nyawa mereka setiap harinya demi kepingan emas di tengah pusaran konflik berdarah. (Mun)
-
RIAU18/09/2026 07:30 WIBPolisi Amankan Anak 14 Tahun di Bengkalis
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBUNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan
-
JABODETABEK18/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Dibuka di 5 Lokasi!
-
OASE18/09/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Memandang Yahudi & Kristen
-
JABODETABEK18/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jumat Jakarta Full Berawan Seharian
-
EKBIS18/09/2026 09:30 WIBJelang Akhir Pekan, IHSG Tancap Gas Tinggalkan Zona Merah
-
NASIONAL18/09/2026 06:00 WIB10 Hari Tanpa Jejak, SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru di Selat Sunda
-
POLITIK18/09/2026 09:00 WIBDasco: PT 5 Persen Masih Jadi Bahan Diskusi

















