EKBIS
Rupiah Cuma Naik Tipis, Dolar AS Loyo Gara-Gara Trump Tunda Tarif Eropa
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (27/5/2025) pagi ini. Rupiah perlahan mencoba bangkit, mengambil momentum dari pelemahan dolar AS di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan global.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.10 WIB, rupiah berada di level Rp16.248,5 per USD, menguat 0,50 poin dari penutupan sebelumnya di Rp16.249 per USD.
Sementara itu, menurut Yahoo Finance, rupiah tercatat stabil di posisi Rp16.234 per USD, sama seperti level penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan dolar AS terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan tarif 50 persen terhadap barang-barang dari Uni Eropa hingga 9 Juli. Hal ini disampaikan Trump usai pembicaraan via telepon dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang digambarkan sebagai “sangat baik”.
Dampak dari keputusan tersebut terasa di pasar global. Mengutip Investing.com, indeks dolar AS (DXY) sempat melemah, sebelum kembali memangkas kerugiannya. Sementara itu, pasangan mata uang EUR/USD sempat melonjak 0,5 persen, dan ditutup menguat tipis 0,1 persen ke level USD1,1378.
Meskipun penguatan rupiah kali ini masih terbatas, pelaku pasar mencermati bahwa arah kebijakan perdagangan AS dan tensi geopolitik global akan terus menjadi faktor utama yang memengaruhi kurs dalam waktu dekat. (Yan Kusuma/Mun)
-
Berita20/10/2026 07:00 WIBBahlil Bantah Kuota BBM Dipangkas
-
JABODETABEK20/10/2026 06:30 WIBIni Jadwal SIM Keliling Jakarta 20 Oktober
-
EKBIS20/10/2026 17:00 WIBEkonom Ingatkan Bahaya Reputasi Indonesia di Mata Investor Global
-
DUNIA20/10/2026 21:00 WIBIran Perketat Ancaman di Selat Hormuz
-
POLITIK20/10/2026 20:00 WIBGolkar Klaim Indonesia Tumbuh Cepat di Era Prabowo-Gibran
-
POLITIK20/10/2026 09:00 WIBDPR Panggil KPU-Bawaslu soal PKPU
-
JABODETABEK20/10/2026 05:30 WIBBMKG Bongkar Panas Ekstrem Intai Jakarta
-
NASIONAL20/10/2026 17:15 WIBDua Tahun Prabowo-Gibran, Survei ASI Ungkap CKG dan Sekolah Rakyat Jadi Program Favorit

















