EKBIS
Rupiah Melemah ke Rp18.071/USD
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Kamis (16/7/2026) dengan pergerakan yang cenderung melemah tipis. Meski tekanan terhadap dolar AS mulai mereda setelah rilis data inflasi produsen di Negeri Paman Sam, rupiah masih bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.071 per dolar AS, turun sekitar 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.068 per dolar AS.
Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan pergerakan yang sedikit berbeda. Rupiah tercatat berada di level Rp18.059 per dolar AS, menguat tipis sekitar 1 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.060 per dolar AS.
Adapun berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda sempat terapresiasi sekitar 0,03 persen ke posisi Rp18.055 per dolar AS pada awal perdagangan.
Perbedaan angka tersebut lazim terjadi karena masing-masing penyedia data menggunakan waktu pencatatan (timestamp) dan sumber transaksi yang berbeda.
Pergerakan rupiah pada pagi ini berlangsung di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih dipengaruhi berbagai indikator ekonomi internasional.
Pelaku pasar mencermati data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan, sehingga memberikan tekanan terhadap pergerakan dolar AS di pasar global.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang juga berlangsung bervariasi hingga sekitar pukul 09.00 WIB.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun sekitar 0,14 persen terhadap dolar AS.
Diikuti yuan China dan baht Thailand yang sama-sama terkoreksi sekitar 0,03 persen, sementara dolar Hong Kong melemah tipis sekitar 0,006 persen.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru mencatat penguatan.
Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan kenaikan terbesar setelah menguat sekitar 0,18 persen, disusul ringgit Malaysia yang naik 0,13 persen, peso Filipina menguat 0,07 persen, serta yen Jepang yang terapresiasi sekitar 0,05 persen terhadap dolar AS.
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati berbagai data ekonomi global dan arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari ke depan. (Firman/Mun)
-
FOTO15/07/2026 23:00 WIBFOTO: Demo Tolak MBG di Kejagung
-
NUSANTARA15/07/2026 13:30 WIBTrobos Suparno: Daulat Pangan Penentu Kedaulatan Negara
-
RIAU15/07/2026 23:30 WIBBupati Kasmarni Minta PHR Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal di Bengkalis
-
OLAHRAGA15/07/2026 20:29 WIBMessi vs Bellingham, Duel Dua Generasi di Semifinal Piala Dunia 2026
-
EKBIS15/07/2026 16:00 WIBKadin: Krisis BBM Bisa Picu Inflasi dan Hancurkan UMKM
-
POLITIK15/07/2026 19:00 WIBRay Rangkuti Nilai Gibran Masih Sulit Diterima Publik
-
NUSANTARA15/07/2026 18:00 WIBBNPB Serahkan Kunci Huntap Pertama di Sumbar
-
EKBIS15/07/2026 18:19 WIBPrabowo dan Luhut Bahas Ekonomi Nasional, GovTech Jadi Fokus Transformasi Digital

















