NASIONAL
Pailit di Tengah Perusahaan Berjalan, Buruh PT Dua Kuda Soroti Kejanggalan
AKTUALITAS.ID – Ribuan pekerja PT Dua Kuda Indonesia yang tergabung dalam Serikat Buruh Aneka Industri-Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBAI–FBTPI) mendesak Mahkamah Agung membatalkan putusan pailit terhadap perusahaan tersebut. Pasalnya, mereka menilai putusan Pengadilan Niaga dalam perkara PKPU No. 362/Pdt.Sus.PKPU/2025/PN Jkt.Pst mengandung kejanggalan dan berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja massal.
Ketua SBAI-FBTPI Ajum Hatta mengatakan, syarat utama pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang tidak terpenuhi. Ia menyebut utang yang dijadikan dasar permohonan telah dilunasi oleh PT Dua Kuda Indonesia sehingga tidak ada kewajiban yang jatuh tempo dan dapat ditagih.
“Operasional perusahaan masih berjalan normal dan kemampuan memenuhi kewajiban tetap terjaga,” kata Ajum dalam keterangan tertulis.
Serikat buruh juga mengklaim memiliki dokumen hukum yang menunjukkan tidak ada utang yang jatuh tempo. Selain itu, mereka menyebut adanya putusan dari Pengadilan Rakyat Tiongkok yang menyatakan pihak yang mengaku sebagai kreditur justru memiliki utang kepada PT Dua Kuda Indonesia.
Perwakilan SBAI-FBTPI menilai penggunaan instrumen kepailitan dalam kondisi perusahaan yang masih berjalan sehat menimbulkan dugaan penyalahgunaan mekanisme hukum.
“Penggunaan instrumen kepailitan dalam kondisi perusahaan masih berjalan sehat menimbulkan dugaan penyalahgunaan mekanisme hukum,” ujarnya.
Menurut serikat, jika putusan pailit tetap diberlakukan, dampaknya akan meluas. Ribuan pekerja terancam kehilangan pekerjaan, penghidupan keluarga terganggu, serta berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan memicu persoalan sosial ekonomi baru.
Melalui proses kasasi yang sedang berjalan, SBAI-FBTPI meminta Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi, membatalkan putusan PKPU dan pailit, serta mengembalikan kepastian hukum bagi keberlangsungan usaha dan perlindungan pekerja.
“Perkara ini menjadi ujian bagi sistem hukum nasional untuk memastikan hukum kepailitan tidak disalahgunakan dan tetap memberikan keadilan bagi pekerja,” pungkasnya. (Yan)
-
JABODETABEK26/04/2026 20:00 WIBGerakan Pangan Murah, Perkuat Daya Beli Masyarakat
-
DUNIA26/04/2026 18:00 WIBPelaku Penembakan Mengaku Incar Pejabat AS di Acara Trump
-
OASE27/04/2026 05:00 WIBIni Alasan Nabi Tolak Tawaran ‘Tukar Sembah’ Kaum Quraisy
-
DUNIA27/04/2026 15:00 WIBIbu Hamil Kembar & Anak-Anaknya Tewas Dibom Israel
-
RAGAM27/04/2026 00:01 WIBOTW Pestapora 2026 Buka Selebrasi, Tukar Setlist Lintas Generasi Siap Guncang Jakarta
-
OLAHRAGA26/04/2026 19:00 WIBPiala Uber 2026, Tiwi/Fadia Perlebar Keunggulan Indonesia atas Kanada 3-1
-
EKBIS26/04/2026 22:00 WIBTol Cipularang dan Padaleunyi Kembali di Lakukan Pemeliharaan
-
RAGAM27/04/2026 06:00 WIBNasDem: Threshold Nasional Bisa Hapus Kursi di Daerah

















