OASE
Kisah Haru Abu Ishaq: Ulama Agung yang Dipanggil ‘Syekh’ oleh Rasulullah dalam Mimpi
AKTUALITAS.ID – Di antara ribuan ulama dalam sejarah Islam, ada satu kisah istimewa tentang seorang alim dari Persia yang menerima gelar kehormatan langsung dari lisan Rasulullah SAW. Peristiwa agung ini tidak terjadi di dunia nyata, melainkan dalam sebuah mimpi yang begitu berkesan hingga mengubah hidupnya.
Ulama tersebut adalah Abu Ishaq Ibrahim bin ‘Ali bin Yusuf al-Fairuzabadi asy-Syirazi, seorang cendekiawan besar mazhab Syafi’i yang hidup pada abad ke-11 Masehi. Ia dikenal bukan hanya karena kedalaman ilmunya melalui karya-karya monumental seperti At-Tanbih dan Thabaqat Al-Fuqaha’, tetapi juga karena kepribadiannya yang sangat zuhud, rendah hati, dan dermawan.
Suatu malam, Syekh Abu Ishaq bermimpi berjumpa dengan sosok yang paling dirindukannya, Nabi Muhammad SAW. Dalam mimpi itu, Rasulullah tidak sendiri, beliau didampingi oleh dua sahabat setianya, Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Dengan penuh adab, Abu Ishaq berkata kepada Sang Nabi, “Wahai Rasulullah, aku telah mempelajari banyak hadis darimu melalui para guruku. Aku sangat ingin mendengar sebuah wasiat langsung darimu, yang akan membahagiakanku di dunia dan akhirat.”
Rasulullah SAW pun memberikan wasiat kepadanya. Namun, yang membuat hati Abu Ishaq bergetar dan diliputi kebahagiaan tak terkira adalah ketika Rasulullah SAW memanggilnya dengan sebutan “wahai syekh”.
Panggilan kehormatan dari lisan Sang Nabi itu terasa sebagai pengakuan atas seluruh hidup dan ilmunya. Begitu terbangun dari tidurnya, Abu Ishaq langsung bersujud syukur kepada Allah SWT. Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi menakjubkan itu di hadapan murid-muridnya dengan penuh suka cita.
“Sungguh,” katanya, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memanggilku dengan sebutan ‘syekh’.”
Sejarah mencatat, kemuliaan Abu Ishaq asy-Syirazi tidak hanya diakui dalam mimpi. Ketika ia wafat di Baghdad pada tahun 476 H, lautan manusia mengantarkan jenazahnya. Saking banyaknya pelayat, shalat jenazahnya harus dilaksanakan dalam dua gelombang, yang pertama diimami langsung oleh khalifah pada masa itu. (Mun)
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
RIAU04/07/2026 18:30 WIBBengkalis Tampil Konsisten, Raih Peringkat Kedua MTQ Riau ke-44 di Kuansing
-
POLITIK04/07/2026 20:30 WIBRUU Pemilu, DPR akan Temui Ormas dan Partai Non-Parlemen
-
NUSANTARA04/07/2026 22:00 WIBAkses Warga Kembali Normal Usai BNPB Bangun Jembatan Darurat di Temanggung
-
OTOTEK04/07/2026 16:30 WIBGunakan Drone untuk Bertani, Produktivitas Pertanian Merauke Meningkat
-
NASIONAL04/07/2026 19:30 WIBViral Klaim Ongkos Berobat, BPJS Kesehatan Tegaskan Hoaks
-
JABODETABEK04/07/2026 16:00 WIBMensos: Sekolah Rakyat Baru di Jakarta Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa
-
EKBIS04/07/2026 21:00 WIBHarga Telur Anjlok, Peternak Unggas Minta Intervensi Pemerintah

















