DUNIA
Tegang Dengan Trump, Elon Musk Mau Bikin Partai Politik
AKTUALITAS.ID – Hubungan Elon dengan Trump tengah memanas belakangan buntut rancangan undang-undang pengeluaran. Selama ini, banyak pihak, termasuk media-media internasional, kerap menyebut kedekatan Trump-Musk di depan publik dengan bromance.
Pengusaha teknologi Amerika Serikat (AS) sekaligus orang terkaya di dunia, Elon Musk membuka jajak pendapat lewat media sosial X terkait rencananya untuk membentuk partai baru di tengah ketegangannya dengan Presiden AS Donald Trump.
Survei itu meminta pendapat warganet jika apakah dirinya perlu membentuk partai baru dengan garis ideologi sayap tengah.
“Apakah sudah waktunya untuk membuat partai politik baru di Amerika yang benar-benar mewakili 80 persen di tengah?” Tulis Elon lewat akun X-nya, Jumat (6/6).
Hingga sehari usai jajak pendapat itu dibuat, sebanyak 80 persen warganet mendukung rencana Elon. Namun, dalam pidato di Oval Office yang disiarkan langsung di berbagai televisi, Trump mengaku sangat kecewa dengan kritik dari Elon.
Musk membalas secara langsung lewat platform X miliknya. Ia mengatakan bahwa Partai Republik tidak akan memenangkan pemilihan tahun 2024 tanpanya, dan menyebut Trump tidak tahu berterima kasih.
“Tanpa saya, Trump akan kalah dalam pemilihan, Partai Demokrat akan mengendalikan DPR dan Partai Republik akan 51-49 di Senat,” kata Musk. (Ari Wibowo/goeh)
-
RIAU21/06/2026 16:00 WIBDPO Kasus Curat Dibekuk Polisi di Dumai
-
NASIONAL21/06/2026 14:00 WIBBung Karno Ingin Dimakamkan di Priangan, Mengapa Berakhir di Blitar?
-
NASIONAL21/06/2026 17:00 WIBPelaku Penyiksaan Perempuan di Bandung Masih Buron, Komisi III DPR Minta Polisi Bertindak Cepat
-
OTOTEK21/06/2026 08:30 WIBCara Cas HP yang Benar Biar Baterai Awet
-
POLITIK21/06/2026 07:00 WIBGolkar Yakin Jokowi Pertegas Kepemimpinan Prabowo
-
JABODETABEK21/06/2026 07:30 WIBKakek di Cibinong Tega Cabuli Bocah 4 Tahun
-
NUSANTARA21/06/2026 15:30 WIBTruk Hilang Kendali Seruduk Tiga Motor di Pati
-
DUNIA21/06/2026 08:00 WIBIsrael Bombardir Lebanon Meski Gencatan Senjata Berlaku

















