Connect with us

EKBIS

Rupiah Stagnan di Rp17.000 per USD

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan terbatas pada pembukaan perdagangan Selasa, (31/3/2026). Mata uang Garuda tercatat menguat tipis namun cenderung stagnan di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.54 WIB rupiah berada di level Rp17.000 per dolar AS. Posisi ini menguat tipis dua poin atau sekitar 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.002 per dolar AS.

Sementara itu, data dari Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di level Rp16.952 per dolar AS pada waktu yang sama.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah hari ini akan cenderung fluktuatif. Meski demikian, ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut.

“Rupiah berpotensi bergerak fluktuatif, namun cenderung melemah,” ujarnya.

Tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik yang melibatkan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Secara historis, dalam satu tahun terakhir rupiah sempat menyentuh level terkuat di Rp16.079 per dolar AS dan level terlemah di Rp17.224 per dolar AS. Hal ini menunjukkan volatilitas yang masih cukup tinggi di pasar valuta asing.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,15 persen. Disusul yuan China yang menguat 0,11 persen dan ringgit Malaysia sebesar 0,09 persen.

Sebaliknya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,47 persen. Dolar Taiwan, baht Thailand, yen Jepang, dan dolar Hong Kong juga tercatat mengalami pelemahan tipis.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. (Firmansyah/Mun)

TRENDING