Connect with us

NASIONAL

Gus Ipul Sayangkan Cak Imin Kaitkan NU dengan PMII dan HMI

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) demisioner Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyayangkan pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang menilai NU mengalami keterpurukan dalam lima tahun terakhir.

Gus Ipul menilai pernyataan tersebut tidak semestinya mengaitkan kondisi NU dengan latar belakang organisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Menurut dia, persoalan NU terlalu besar jika hanya dilihat dari perspektif kelompok atau organisasi kader tertentu.

“Pertama, saya menyayangkan sekali kenapa Cak Imin mereduksi urusan NU menjadi urusan PMII dan HMI. Ini sungguh-sungguh pernyataan yang memprihatinkan,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Ia menilai pernyataan semacam itu tidak layak keluar dari seorang tokoh yang memiliki posisi publik seperti Cak Imin.

BACA JUGA  Gus Ipul Tegas Tolak Jadi Ketum PPP: “Saya Fokus Selesaikan Tugas Sebagai Mensos”

“Tidak seharusnya pernyataan seperti itu keluar dari seorang tokoh seperti Cak Imin. Saya menyayangkan betul,” sambungnya.

Gus Ipul juga mempersoalkan sikap Cak Imin yang membawa nama sejumlah tokoh dalam pernyataannya. Menurut dia, penyebutan nama tokoh lain dalam konteks kritik terhadap NU tetap memiliki konsekuensi, meskipun disampaikan dengan alasan bercanda atau sekadar iseng.

“Nama-nama tokoh lain juga disebut. Itu selayaknya tidak disampaikan oleh Cak Imin, meskipun mungkin dianggap bercanda atau sekadar iseng,” ujar Gus Ipul.

“Pernyataan seorang tokoh publik tentu memiliki konsekuensi dan menjadi perhatian masyarakat,” sambungnya.

Gus Ipul kemudian meminta Cak Imin menunjukkan dasar yang jelas jika ingin menyebut kepemimpinan PBNU tidak berhasil. Ia menegaskan penilaian terhadap organisasi harus didasarkan pada fakta dan ukuran yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar opini.

“Kalau mau mengatakan PBNU tidak berhasil, tunjukkan fakta dan datanya. Jangan sekadar membangun opini. Boleh saja memberikan penilaian, tetapi harus didasarkan pada fakta, data, dan ukuran yang jelas,” tegas Gus Ipul.

BACA JUGA  FOTO: PKB Umumkan Pengurus DPP 2019 - 2024

Ia menjelaskan berbagai keputusan penting di lingkungan PBNU, termasuk seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU, tidak ditentukan secara pribadi oleh satu atau dua orang. Seluruh proses tersebut, kata dia, merupakan hasil pembahasan dan keputusan melalui mekanisme organisasi.

“Seluruh rangkaian muktamar, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya, diputuskan melalui rapat. Tidak ada yang dilakukan berdasarkan pertimbangan pribadi,” kata Gus Ipul.

“Jadi kalau ada keberhasilan, itu keberhasilan bersama. Kalau ada kekurangan, tentu juga harus dievaluasi bersama,” sambungnya.

Karena itu, Gus Ipul meminta persoalan NU tidak ditarik ke dalam pertentangan berdasarkan latar belakang organisasi. Ia menilai cara pandang semacam itu justru dapat mempersempit makna NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang besar.

BACA JUGA  Mensos: Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Kelas Menengah Jika PPN Naik 12 Persen

“NU terlalu besar kalau hanya dipandang dari kacamata PMII atau HMI, apalagi dari kepentingan politik sesaat. Jangan NU direduksi menjadi urusan kelompok tertentu,” tegas Gus Ipul.

Gus Ipul kembali menyatakan kekecewaannya terhadap pernyataan Cak Imin. Ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mempertentangkan kelompok maupun latar belakang organisasi di tubuh NU.

“Saya menyesalkan dan menyayangkan pernyataan itu. Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami dengan baik,” jelas Gus Ipul.

“Bisa jadi pernyataan seperti ini muncul karena kepentingan sesaat Cak Imin,” lanjutnya.

Sebelumnya, Cak Imin menyoroti kondisi NU selama lima tahun terakhir. Ia menyebut NU mengalami keterpurukan dan mengaitkan persoalan tersebut dengan kepemimpinan tokoh yang memiliki latar belakang HMI.

TRENDING