EKBIS
Beras Premium Langka, Mendag Minta Bulog Perkuat Pasokan ke Ritel
AKTUALITAS.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta Perum Bulog segera memperkuat pasokan beras premium ke ritel modern menyusul kelangkaan komoditas tersebut di sejumlah gerai. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk memastikan ketersediaan beras premium di pasar.
Budi mengatakan Bulog saat ini mulai memasukkan produk beras premium ke jaringan ritel melalui produk Befood. Pemerintah mendorong agar distribusi tersebut diperluas sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan beras premium.
“Dari Bulog, sekarang saya pikir sudah masuk ke ritel, kalau enggak salah namanya Befood,” kata Budi saat ditemui di kantornya, Rabu (2/9/2026).
Menurut Budi, pemerintah terus berkomunikasi dengan Aprindo dan jaringan minimarket maupun ritel modern agar pasokan dari Bulog dapat masuk lebih luas ke pasar.
“Jadi kita koordinasi terus supaya justru Bulog bisa masuk ke Aprindo, asosiasi di minimarket, maupun di ritel modern. Jadi kita terus berupaya produk-produk ini diisi dari Bulog,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut pihaknya tengah mengusulkan pengalihan sekitar 300 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk diolah menjadi beras premium.
Rizal mengatakan usulan tersebut berlaku untuk periode September hingga Desember 2026. Langkah itu ditujukan untuk menambah pasokan sekaligus menekan harga beras premium yang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Ini kami sedang mengajukan untuk tahun 2026 ini per bulan September sampai dengan Desember, estimasi yang kami ajukan adalah sekitar 300 ribu ton,” kata Rizal dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026) malam.
Rizal menjelaskan harga beras premium di sejumlah daerah saat ini berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Angka tersebut berada di atas HET beras premium yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi, yakni sekitar Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram.
Menurut dia, kenaikan harga beras premium turut menjadi penyumbang inflasi komoditas beras pada Agustus 2026. Berdasarkan kajian internal Bulog, inflasi beras pada periode tersebut tercatat 0,02 persen, sementara harga beras medium relatif stabil.
Kondisi tersebut terjadi karena stok CBP yang dikelola Bulog selama ini mayoritas berbentuk beras medium. Per 1 September 2026, total stok CBP yang dikuasai Bulog mencapai sekitar 4,9 juta ton.
Karena itu, Bulog mengajukan izin kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk mengolah sebagian CBP menjadi beras premium. Pengalihan tersebut, kata Rizal, akan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Usulan itu selanjutnya akan dibahas melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebelum pemerintah menentukan pelaksanaannya.
Rizal berharap proses persetujuan tidak berlangsung lama mengingat kebutuhan untuk menambah pasokan beras premium di pasar semakin mendesak.
-
RIAU02/09/2026 13:15 WIBSiak Tuntas dan Kerumutan Empat Hari Tanpa Titik Api, Karhutla Riau Mulai Terkendali
-
JABODETABEK02/09/2026 05:30 WIBBMKG Bongkar Prakiraan Cuaca Jakarta 2 September
-
JABODETABEK02/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka 5 Titik Hari Ini
-
DUNIA02/09/2026 08:00 WIBKapal Perang Turki Diklaim Usir Kapal Israel di Mediterania
-
NUSANTARA01/09/2026 23:00 WIBNgeri! Mayat Wanita Ditemukan Terbakar di Pos Ronda
-
EKBIS02/09/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat 25 Poin ke 6.625
-
NASIONAL02/09/2026 13:00 WIBHerry Dermawan Sentil Harga Telur Rp21 Ribu
-
NASIONAL02/09/2026 10:00 WIBGus Kikin Percepat Susunan Pengurus Baru PBNU
















