Berita
Pengamat: Megawati Salah Tekan Jokowi Soal Menteri
Dalam kongres PDIP di Bali, Mega meminta jatah menteri PDIP lebih banyak.
AKTUAITAS.ID – Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Marianus Kleden menilai, Megawati telah melakukan kesalahan dengan menekan Jokowi dalam meminta jatah menteri untuk PDI Perjuangan.
“Menurut saya, Megawati telah melakukan kesalahan dengan menekan Jokowi dalam kongres di Bali,” kata Marianus Kleden kepada Antara di Kupang, Senin terkait permintaan jatah menteri oleh Megawati.
Dia mengatakan, Jokowi sebagai orang Solo ‘yang dibesarkan PDIP’ mungkin agak ‘salah tingkah’ tetapi Jokowi juga punya ‘style’ sendiri untuk menunjukkan powernya sebagai presiden
Pandangan berbeda disampaikan Pengamat politik Unwira, Mikhael Raja Muda Bataona yang menilai, permintaan Megawati soal jatah menteri, membuktikan bahwa Megawati sendiri tidak bisa mendikte Jokowi.
“Jika dibaca secara semiotik, pernyataan Megawati justru mengkonfirmasi sebuah anomali komunikasi Megawati-Jokowi. Jika selama ini semua orang berpikir bahwa Megawati bisa mendikte Jokowi, maka ini menjadi bukti bahwa Jokowi ternyata tidak bisa didikte, bahkan oleh Megawati sekalipun,” kata Mikhael Bataona.
Menurut dia, akibat kesulitan dalam mendikte Jokowi itulah, yang membuat Megawati lalu sengaja membuka permintaan soal jatah menteri untuk PDIP secara terbuka dalam forum kongres PDIP.
Selain itu, pernyataan Megawati adalah sebuah konfirmasi psikologis, akan kerisauan Megawati tentang derasnya arus tekanan ke Jokowi dari semua ketua umum partai soal jatah menteri untuk anggota koalisi.
“Inilah yang membuat Megawati membuat semacam ‘contra’ opini untuk mengimbangi manuver partai-partai tersebut,” kata Mikhael Bataona.
Caranya adalah dengan menggunakan guyon sarkastis di hadapan para tamu, termasuk para ketua umum partai, bahwa PDIP sebagai partai pemenang harusnya punya jatah menteri lebih banyak.
Artinya secara semiotik, bisa dibaca bahwa permintaan jatah menteri dari Megawati adalah semacam konfirmasi bahwa Jokowi justeru sulit ditekan bahkan oleh Mega sekalipun.
Sehingga Megawati yang adalah bos partai di mana Jokowi adalah petugas partaipun harus menggunakan forum kongres untuk mengunci Jokowi, kata Pengajar Ilmu Komunikasi Politik dan Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial Politik Unwira itu.
“Megawati hanya mau memberi pesan tegas ke Jokowi bahwa Jokowi harus memperhatikan PDIP karena partai ideologis itu sudah berdarah-berdarah berjuang memenangkan Jokowi,” katanya menjelaskan.
-
RIAU11/04/2026 16:30 WIBRatusan Warga Geruduk Sebuah Rumah yang Diduga Jadi Sarang Narkoba
-
FOTO11/04/2026 15:09 WIBFOTO: Ahmad Sahroni Beberkan Kronologi Pemerasan Pegawai KPK Gadungan
-
JABODETABEK11/04/2026 21:30 WIBPerkuat Persatuan dan Teguhkan Identitas Jakarta di Lebaran Betawi
-
NASIONAL11/04/2026 23:00 WIBKPK Amankan Politisi PDIP yang Juga Adik Bupati Tulungagung
-
PAPUA TENGAH11/04/2026 22:00 WIBManajemen Freeport dan Serikat Pekerja Tandatangani PKB ke-24 Periode 2026-2028
-
DUNIA11/04/2026 20:30 WIBUni Eropa Didesak Tangguhkan Perjanjian Asosiasi Dengan Israel
-
PAPUA TENGAH11/04/2026 16:00 WIBBiasakan Hidup Bersih, Warga Diajak Gotong Royong Bersihkan Halaman Gereja
-
NASIONAL11/04/2026 18:00 WIBPanglima TNI Dampingi Presiden RI Saksikan Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara Tahap VI

















