Berita
Hindari Tertular Corona, Amerika Evakuasi Relawan di Seluruh Dunia
Program relawan asal Amerika Serikat, Peace Corps, menangguhkan sementara operasi mereka dan mengevakuasi seluruh relawannya di lebih dari 60 negara untuk menghindari tertular virus corona (Covid-19). Peace Corps merupakan program yang dikelola pemerintah Amerika Serikat untuk negara-negara di seluruh dunia sejak 1961. “Seiring Covid-19 yang terus menyebar dan perjalanan internasional yang semakin menantang, kami bertindak […]
Program relawan asal Amerika Serikat, Peace Corps, menangguhkan sementara operasi mereka dan mengevakuasi seluruh relawannya di lebih dari 60 negara untuk menghindari tertular virus corona (Covid-19).
Peace Corps merupakan program yang dikelola pemerintah Amerika Serikat untuk negara-negara di seluruh dunia sejak 1961.
“Seiring Covid-19 yang terus menyebar dan perjalanan internasional yang semakin menantang, kami bertindak sekarang untuk melindungi kesejahteraan Anda dan mencegah situasi di mana relawan tidak dapat meninggalkan negara yang menjadi tuan rumah,” demikian isi surat Direktur Peace Corps Jody K. Olsen kepada para relawan.
Melansir CNN, Senin (16/3), Olsen mengatakan relawan yang telah dievakuasi yakni dari China dan Mongolia. Sementara, pos-pos relawan di negara lainnya akan turut dievakuasi dalam dua hari ini.
Meski demikian, personel tetap di negara tuan rumah akan tinggal dan tidak ikut dievakuasi.
Olsen menekankan bahwa Markas Besar Peace Corps akan tetap beroperasi di bawah Rencana Operasi Berkelanjutan, dan mengerahkan personelnya untuk mendukung evakuasi.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan keadaan darurat nasional karena virus corona.
Kementerian Luar Negeri AS kemudian meningkatkan peringatan perjalanan ke level 3. Mereka menyarankan warga AS untuk mempertimbangkan kembali bepergian ke luar negeri untuk menekan penularan virus corona.
Beberapa negara juga membatasi perjalanan, memberlakukan karantina, dan menutup perbatasan mereka. Maskapai penerbangan internasional pun mengurangi jadwal penerbangan mereka, demi mencegah penyebaran virus corona.
Pekan lalu, Trump memutuskan untuk menangguhkan seluruh perjalanan dari negara Eropa selama 30 hari, kecuali Inggris. Larangan tersebut juga berlaku bagi pengiriman barang dan kargo dalam jumlah besar.
Hingga hari ini, penyebaran global virus corona telah menembus 169.717 kasus dengan 6.518 orang meninggal dunia. Sementara itu, 77,776 orang dinyatakan sembuh.Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan keadaan darurat nasional karena virus corona.
Kementerian Luar Negeri AS kemudian meningkatkan peringatan perjalanan ke level 3. Mereka menyarankan warga AS untuk mempertimbangkan kembali bepergian ke luar negeri untuk menekan penularan virus corona.
Beberapa negara juga membatasi perjalanan, memberlakukan karantina, dan menutup perbatasan mereka. Maskapai penerbangan internasional pun mengurangi jadwal penerbangan mereka, demi mencegah penyebaran virus corona.
Pekan lalu, Trump memutuskan untuk menangguhkan seluruh perjalanan dari negara Eropa selama 30 hari, kecuali Inggris. Larangan tersebut juga berlaku bagi pengiriman barang dan kargo dalam jumlah besar.
Hingga hari ini, penyebaran global virus corona telah menembus 169.717 kasus dengan 6.518 orang meninggal dunia. Sementara itu, 77,776 orang dinyatakan sembuh.
Di AS, kasus virus corona telah mencapai 3.802, dan menewaskan 69 orang.
Olsen mengungkapkan operasi sukarela akan kembali normal ketika kondisi sudah memungkinkan.
-
FOTO25/05/2026 05:28 WIBFOTO: Majelis Dakwah Islamiyah Gelar Syukuran di Milad ke-48
-
NASIONAL24/05/2026 23:00 WIBWakil Ketua DPD Desak RUU Masyarakat Hukum Adat Disahkan
-
RIAU24/05/2026 19:18 WIBPolisi Tangkap 3 Tersangka Pembunuhan Sopir Ekspedisi di Pekanbaru
-
OASE25/05/2026 05:00 WIBHaji Wada: Detik-Detik Perpisahan Nabi Muhammad SAW
-
NASIONAL24/05/2026 19:30 WIBMahfud MD Tolak Pelarangan Film Pesta Babi, Desak Pemerintah Usut Pembubaran Nobar
-
EKBIS25/05/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Sempat Menguat Lalu Berbalik Melemah
-
NASIONAL24/05/2026 21:00 WIBBareskrim Selidiki Penyebab Blackout Sumatera
-
EKBIS25/05/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Satu-Satunya Mata Uang Asia yang Melemah

















