Berita
Usai Vaksin, Airlangga Tegaskan Protokol Kesehatan Tetap Jalan
AKTUALITAS.ID – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menegaskan proses vaksinasi corona harus tetap diimbangi dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Dengan kata lain, keduanya harus berjalan beriringan. “Bapak Presiden (Joko Widodo) tentu berharap bahwa kegiatan vaksinasi maupun kedisiplinan masyarakat itu harus berjalan seiring, karena seluruhnya itu dengan vaksinasi tetap […]
AKTUALITAS.ID – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menegaskan proses vaksinasi corona harus tetap diimbangi dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Dengan kata lain, keduanya harus berjalan beriringan.
“Bapak Presiden (Joko Widodo) tentu berharap bahwa kegiatan vaksinasi maupun kedisiplinan masyarakat itu harus berjalan seiring, karena seluruhnya itu dengan vaksinasi tetap kedisiplinan masyarakat itu harus tetap dijaga,” ucap Airlangga dikutip dari Antara, Selasa (5/1).
Ia menekankan penerapan protokol kesehatan tetap berlaku meski proses vaksinasi akan dijalankan. Pasalnya, vaksinasi membutuhkan waktu hingga 15 bulan untuk 182 juta rakyat.
Airlangga juga terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
Gaya hidup tersebut, kata Airlangga, belum akan berakhir. Sebab, vaksinasi tanpa diimbangi kedisiplinan 3M dinilai akan mubazir.
“Dengan vaksinasi, disiplin tetap perlu, karena covid-19 ini masih ada di global. Pandemi global ini belum berakhir,” ucap Airlangga.
Sementara, Airlangga menyatakan pihaknya terus mengoptimalisasi tempat tidur di rumah sakit di seluruh Indonesia. Hal ini untuk menampung penambahan pasien covid-19.
“Pemerintah pusat akan melakukan realokasi perawatan di rumah sakit-rumah sakit, di mana alokasi untuk penanganan covid-19 ditingkatkan menjadi 30 persen dan Pak Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) akan mempersiapkan hal itu,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut anggaran untuk vaksin corona bisa tembus lebih dari Rp74 triliun. Angkanya naik dari sebelumnya karena pemerintah menetapkan vaksinasi diberikan secara gratis untuk seluruh masyarakat.
Karena itu,ia memastikan akan merevisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Ini berarti, akan ada APBN Perubahan (APBN-P) tahun ini.
-
FOTO27/02/2026 05:34 WIBFOTO: KWP Gandeng DPR dan BUMN Beri Santunan Anak Yatim
-
OASE27/02/2026 05:00 WIBCara Menghitung Fidyah Yang Benar
-
EKBIS27/02/2026 13:46 WIBBuka Cabang di Surabaya, Nellava Bullion Perkuat Pasar Investasi Logam Mulia Jawa Timur
-
NUSANTARA27/02/2026 10:00 WIBAnggota KKB Natan Matuan Diserahkan ke Kejari Wamena
-
OLAHRAGA27/02/2026 10:30 WIBJelang All England 2026, Alwi Farhan dkk Mulai Berlatih di Inggris
-
NUSANTARA27/02/2026 06:30 WIBLontarkan Api Pijar 300 Meter, Gunung Ili Lewotolok Meletus
-
DUNIA27/02/2026 07:00 WIBMelania Trump Bakal Pimpin Sidang DK PBB
-
NASIONAL27/02/2026 09:00 WIBPengejaran Bandar Narkoba Koko Erwin Diambil Alih Bareskrim Polri

















