Berita
Dimasa Pandemi, 37 Persen Karyawan Khawatir Gaji Dipotong
AKTUALITAS.ID – Hasil riset dari lembaga survei, Survey Sensum, mengungkap 37 persen karyawan mengaku khawatir gaji dipotong oleh perusahaan sebagai dampak dari pandemi covid-19. Sementara, mayoritas karyawan yang disurvei atau 60 persen menyebut kesehatan menjadi perhatian utama mereka selama pandemi. “Diketahui bahwa pada 2020, kesehatan pribadi dan keluarga menjadi perhatian utama 60 persen karyawan. Namun, […]
AKTUALITAS.ID – Hasil riset dari lembaga survei, Survey Sensum, mengungkap 37 persen karyawan mengaku khawatir gaji dipotong oleh perusahaan sebagai dampak dari pandemi covid-19. Sementara, mayoritas karyawan yang disurvei atau 60 persen menyebut kesehatan menjadi perhatian utama mereka selama pandemi.
“Diketahui bahwa pada 2020, kesehatan pribadi dan keluarga menjadi perhatian utama 60 persen karyawan. Namun, 54 persen karyawan khawatir tentang dampak negatif terhadap ekonomi, 39 persen khawatir kehilangan pekerjaan, dan 37 persen khawatir tentang tindakan pemotongan biaya yang berdampak pada kompensasi mereka,” kata CEO SurveySensum & NeuroSensum Rajiv Lamba dalam paparan hasil riset, dikutip Jumat (26/2).
Survei tersebut dilakukan terhadap 540 karyawan yang mencakup berbagai posisi. Mulai dari Chief Executive Officer (CEO), Vice President (VP), direktur, manajer senior, dan manajer junior di bagian pemasaran, penjualan, riset, media, inovasi, keuangan dan pengembangan produk, dan tim Sumber Daya Manusia (SDM).
Survei yang bertajuk ‘2021 Employee Engagement Report’ itu digelar bagi karyawan dari berbagai sektor meliputi fast moving consumer goods (FMCG), telekomunikasi, e-commerce, media, otomotif, asuransi, perbankan, dan manufaktur.
Hasil survei juga mengungkap 37 persen karyawan menghadapi perubahan kebijakan gaji atau remunerasi karena covid-19. Namun, 63 persen karyawan tetap percaya diri bahwa pemimpin perusahaan dapat menavigasi krisis tersebut.
“Sedangkan, 73 persen eksekutif SDM yakin bahwa mereka akan menavigasi tantangan apapun dalam tiga tahun ke depan,” tuturnya.
Secara umum, hasil survei mengungkapkan pandemi memunculkan dinamika kerja jarak jauh di perusahaan.
Sebanyak, 87 persen karyawan ingin bekerja dari jarak jauh, sehingga perusahaan perlu mempersiapkan masa depan kerja jarak jauh tersebut. Sementara itu, 41 persen karyawan mengaku tidak ingin kembali ke kantor.
“Ini menjadi tantangan tersendiri. Tantangan terbesarnya adalah kelancaran komunikasi antar anggota tim,” katanya.
Pekerja memiliki sejumlah alasan enggan kembali bekerja ke kantor. Sebanyak 61 persen karyawan mengaku takut rekan kerja mereka tidak mematuhi protokol kesehatan baru dan 57 persen khawatir tertular covid-19.
Lalu, 37 persen karyawan mengatakan tidak puas dengan sanitasi tempat kerja, 27 persen percaya bahwa produktivitas dan kinerja akan menurun di kantor, serta 23 persen stres karena tertular infeksi dalam perjalanan.
-
RIAU03/09/2026 17:00 WIBSatresnarkoba Polres dan Polsek Bengkalis Telusuri Sabu dari Homestay, 15 Paket Ditemukan Pemasok Masih Diburu
-
POLITIK03/09/2026 16:00 WIBNasib Gibran Tersisa 7 Hari, Denny Bersiap Tempuh Jalur MK
-
NASIONAL03/09/2026 19:00 WIBKemenkop Bantah Anggaran Rp103 Miliar Khusus untuk Podcast
-
NUSANTARA03/09/2026 15:02 WIBDiduga Gelapkan Rp2,14 Miliar Dana Nasabah, Manager BRI Lubuklinggau Jadi Tersangka
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NUSANTARA03/09/2026 14:29 WIBKejari Lubuklinggau Musnahkan Barang Bukti Inkrah, Ganja hingga Sajam
-
NUSANTARA03/09/2026 19:30 WIBDinkes Sidoarjo Catat 664 Korban Keracunan MBG, 77 Pasien Masih Dirawat Intensif
-
RIAU03/09/2026 12:00 WIBUngkap Peredaran Ribuan Ekstasi, AKP Noki Loviko: Polisi Telusuri Mata Rantai Jaringan Narkoba
















