Berita
Soal Kemenag Hadiah untuk NU, DPR Pertimbangkan Panggil Yaqut
AKTUALITAS.ID – Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan pihaknya masih membuka kemungkinan untuk memanggil Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Hal ini terkait polemik pernyataan Yaqut yang menyebut Kementerian Agama hadiah buat NU Yandri mengatakan pihaknya saat ini masih memantau respons publik terkait polemik pernyataan tersebut, meski yang bersangkutan telah memberikan klarifikasi. “Pak Menteri sudah […]
AKTUALITAS.ID – Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan pihaknya masih membuka kemungkinan untuk memanggil Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Hal ini terkait polemik pernyataan Yaqut yang menyebut Kementerian Agama hadiah buat NU
Yandri mengatakan pihaknya saat ini masih memantau respons publik terkait polemik pernyataan tersebut, meski yang bersangkutan telah memberikan klarifikasi.
“Pak Menteri sudah klarifikasi, kita pantau saja perkembangannya 1-2 hari ini. Kalau misalkan belum klir, ya itu akan kita bawa ke ranah Komisi VIII [DPR] dan pemerintah, kata Yandri kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).
Dalam pemanggilan yang akan dilakukan bersamaan dengan rapat kerja tersebut, Yandri menyebut pihaknya akan meminta penjelasan Yaqut terkait pernyataannya. Pasalnya, politikus PAN itu menyebut bahwa pernyataan Menag yang berujung polemik bukan kali pertama.
Sebelumnya, ia mengingat pernyataan Menag Fachrul Razi di forum internal juga menuai reaksi publik luas. Fachrul yang menjabat sebelum Yaqut, kala itu mengatakan para penghafal Alquran adalah sumber radikalisme.
“Jadi nanti akan ada raker dengan Pak Menteri. Tentu para anggota Komisi VIII termasuk pimpinan, masih punya ruang, dan waktu untuk mengklarifikasi secara resmi pernyataan Pak Menag,” katanya.
Yandri mengakui bahwa pernyataan Yaqut kini juga memancing dinamika di Komisi VIII. Sebagian pihak mendesak Yaqut meminta maaf, dari sebagian yang meminta klarifikasi dan penjelasan.
Meski demikian, ia selaku pimpinan Komisi berharap mestinya polemik tersebut disudahi karena yang bersangkutan telah memberi klarifikasi. Namun, peluang pemanggilan tetap akan dilakukan jika kasus tersebut terus memancing riuh masyarakat luas.
“Tapi kita akan gelar raker, nanti salah satu agenda mungkin pak menteri bisa menyampaikan klarifikasinya secara langsung di Komisi VIII,” katanya.
Pernyataan Yaqut dalam forum internal sebelumnya memancing reaksi publik karena menyatakan Kemenag adalah hadiah negara untuk NU. Ia mengaitkan hal itu dengan peran perwakilan NU, Wahab Chasbullah, dalam mendamaikan tokoh-tokoh bangsa saat penghapusan tujuh kata Piagam Jakarta.
“Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU. Saya rasa wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag karena hadiahnya untuk NU,” ungkap politikus PKB itu, disiarkan kanal YouTube TVNU Rabu (20/10).
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
NASIONAL22/07/2026 10:00 WIBEddy Soeparo Yakin Antrean BBM Bakal Susut dalam Dua Pekan
-
EKBIS22/07/2026 11:30 WIBBitcoin Hijau di Tengah Perang AS-Iran
-
JABODETABEK22/07/2026 08:30 WIBSeorang Prajurit TNI AD Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Tangerang
-
EKBIS22/07/2026 10:30 WIBDolar AS Bikin Rupiah Tak Berkutik
-
EKBIS22/07/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat 25 Poin

















