Berita
Minta Hentikan Kasus Firli Bahuri, Polda Metro Enggan Tanggapi pernyataan Yusril
AKTUALITAS ID – Pihak kepolisian enggan menanggapi pernyataan Pakar Hukum Tata Negara, Prof Yusril Ihza Mahendra yang menyebutkan kasus pemerasan tersangka Firli Bahuri sebaiknya dihentikan.
Hal tersebut disampaikan Yusril setelah menjadi saksi a de charge atau saksi meringankan Firli Bahuri.
“Saya tidak menanggapi itu karena yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi a de charge dan itu sudah disampaikan kepada tersangka FB dalam pemeriksaan tersangka yang terakhir,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (16/1/2024).
Ade Safri berujar jika Prof Yusril telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi a de charge atau saksi meringankan tersangka kasus pemerasan Firli Bahuri.
“Dan terkait apa komentar di luar konteks penyidikan mohon maaf kami tidak menanggapi dan itu bukan kompetensi yang bersangkutan untuk menanggapi tersebut,” paparnya.
Sebelumnya Prof Yusril menyatakan jika kasus pemerasan oleh Firli Bahuri terhadap mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo sebaiknya dihentikan. Menurutnya ada kejanggalan dalam penanganan perkara tersebut.
“Ini kan Pak Firli ditetapkan di hari penyelidikan, hari itu juga dan ditersangkakan hari itu juga. Loh itu kapan melakukan penyelidikannya? Itu kejanggalannya,” katanya di Mabes Polri, Senin (15/1/2024). (YAN KUSUMA/RAFI)
-
POLITIK08/10/2026 20:00 WIBPengamat SDI: Putusan MK Gibran Buka Kotak Pandora Baru
-
DUNIA08/10/2026 21:00 WIBTrump Klaim Kerusuhan Prancis Terkait Singgung Migrasi dan Islam
-
NUSANTARA08/10/2026 23:00 WIBSopir Ojol Tewas Ditikam Anak Kekasihnya di Kamar Kos
-
NASIONAL08/10/2026 22:00 WIBIni Kriteria yang Berhak Dapat Subsidi Haji Rp 3 Juta
-
DUNIA08/10/2026 18:00 WIBCIA Peringatkan Potensi Konflik Internal di Israel
-
NASIONAL08/10/2026 16:00 WIBEddy Soeparno: Blue Carbon RI Bisa Jadi Magnet Investasi
-
NASIONAL08/10/2026 17:00 WIBGus Ipul Ungkap Ribuan Pegawai Kemensos Terpapar Judi Online
-
NASIONAL08/10/2026 19:00 WIBPuadi : Demokrasi Bisa Kalah oleh Algoritma
















