Connect with us

EKBIS

IHSG Dibuka Merah di 5.900

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pasar saham Indonesia kembali dibuka dengan tekanan kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok ke zona merah pada awal perdagangan Rabu (8/7/2026), bahkan sempat menyentuh level 5.931 setelah dibuka di posisi 5.984,18.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.15 WIB, IHSG berada di level 5.931, turun 54 poin atau 0,91 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini membuat indeks kembali bergerak di kisaran level psikologis 5.900.

Tekanan jual tampak mendominasi sejak bel pembukaan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 409 saham melemah, hanya 142 saham menguat, sementara 156 saham bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi terpantau cukup tinggi. Nilai perdagangan telah mencapai sekitar Rp1,69 triliun dengan volume 3,84 miliar saham yang berpindah tangan dalam lebih dari 355 ribu kali transaksi.

BACA JUGA  IHSG Dibuka Naik 3 Poin ke Level 5.942

Pelemahan tidak hanya terjadi pada IHSG, tetapi juga hampir di seluruh sektor. Sebanyak 10 indeks sektoral berada di zona merah. Tekanan terbesar berasal dari sektor properti yang anjlok 1,70 persen, disusul sektor barang konsumsi siklikal yang turun 1,64 persen, serta sektor bahan baku yang terkoreksi 1,52 persen.

Di kelompok saham berkapitalisasi besar, PT Solusi Energi Digital Tbk (WIFI) menjadi salah satu saham dengan penurunan terdalam setelah melemah 3,46 persen. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga terkoreksi 3,09 persen, sementara PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 2,96 persen.

Di tengah dominasi tekanan jual, masih terdapat sejumlah saham yang mampu bertahan di zona hijau. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,56 persen. Disusul PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang naik 0,81 persen dan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang menguat 0,52 persen.

BACA JUGA  IHSG Sempat Bangkit, Lalu Balik Melemah

Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut terkoreksi ke level 594,44 atau turun 0,08 persen, menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua tetapi juga emiten-emiten berkapitalisasi besar.

Meski pagi ini dibuka melemah, secara bulanan IHSG masih mencatat kenaikan sekitar 3,25 persen. Namun, dalam jangka menengah tekanan masih terasa cukup besar. Indeks tercatat turun sekitar 16,40 persen dalam tiga bulan terakhir, melemah 31,81 persen dalam enam bulan, dan terkoreksi sekitar 31,38 persen sepanjang tahun 2026.

Pergerakan pada sesi awal ini menunjukkan investor masih bersikap hati-hati di tengah berbagai sentimen ekonomi dan pasar yang berkembang. Pelaku pasar kini menantikan apakah tekanan jual akan berlanjut hingga penutupan perdagangan atau justru muncul aksi beli yang mampu mengangkat IHSG keluar dari zona merah. (Firman/Mun)

TRENDING