Connect with us

NASIONAL

Dasco Minta Kritik Kabut Asap Dijawab dengan Penegakan Hukum

Aktualitas.id -

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ketegangan imbas kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan memantik protes keras dari negara tetangga, khususnya Singapura dan Malaysia. Di tengah hujan kritik, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara dengan memberikan balasan elegan namun menohok.

Alih-alih terpancing emosi, Dasco menegaskan bahwa Indonesia tidak anti-kritik, namun juga tidak wajib menelan mentah-mentah semua penilaian dari luar.

“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan, kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” tegas Dasco dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).

Bagi pemerintah RI, prioritas saat ini sangat jelas: menyelamatkan warga terdampak, memulihkan lingkungan yang hangus, serta memburu dan menegakkan hukum bagi para pelaku usaha nakal penyebab karhutla.

BACA JUGA  Kemenkes Imbau Warga Waspada Dampak Asap Karhutla

Tidak sekadar membela diri, Dasco justru melemparkan sentilan telak kepada parlemen negara-negara ASEAN. Ia mendesak agar negara tetangga tidak hanya sibuk berteriak saat asap menyelimuti wilayah mereka.

Menurutnya, negara ASEAN harus mulai membiasakan diri duduk bersama untuk mencegah krisis, bukan sekadar bereaksi saat krisis terjadi.

“Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,” tukasnya tajam.

Pesan ini disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Dasco merefleksikan semangat pemuda masa lalu yang mampu mengesampingkan ego dan perbedaan demi satu tanah air.

Sorotan tajam dari Singapura belakangan memang terasa agresif. Pekan lalu, negara singa tersebut merilis daftar 10 perusahaan di Indonesia yang diduga kuat menjadi biang kerok karhutla.

BACA JUGA  Asap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api

Manuver ini terjadi di tengah dinamika diplomatik yang cukup intens. Pada Selasa (27/10/2026), Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan terbang ke Indonesia untuk bertemu Menlu RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, sebelum meluncur ke Hambalang menemui Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan ini menjadi sorotan tajam lantaran terjadi tepat setelah Jakarta mengambil keputusan berani untuk menghentikan impor gas alam ke Singapura.

Di lapangan, Indonesia membuktikan bahwa penanganan karhutla bukan sekadar janji. Ribuan personel terus berjibaku memadamkan api, didukung armada water bombing besar-besaran dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang terus digempur tanpa henti. (Bowo/Mun)

TRENDING