NUSANTARA
Dua Mahasiswa Ditangkap Usai Diduga Memeras Kepala Dinas Pendidikan Jatim
AKTUALITAS.ID – Dua mahasiswa dari perguruan tinggi negeri di Surabaya ditangkap oleh pihak kepolisian setelah diduga melakukan pengancaman dan pemerasan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim Jatanras Polda Jatim pada Sabtu, (19/7/2025).
Kombes Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jatim, menjelaskan bahwa kedua pelaku berinisial SH alias DS (24) dari Bangkalan dan MSS (26) asal Pontianak, diketahui telah membentuk organisasi fiktif bernama Front Gerakan Rakyat Anti Korupsi (FGR). Organisasi yang tidak memiliki legalitas resmi ini hanya terdiri dari mereka berdua.
“Kronologinya, pada Rabu, 16 Juli, tersangka mengirim surat pemberitahuan kegiatan demonstrasi ke Dispendik Jatim, dengan rencana melaksanakan aksi unjuk rasa pada Senin, 21 Juli 2025. Tuntutan mereka adalah agar Aries Agung Paewai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah dan perselingkungan,” ungkap Jules.
Setelah menerima surat tersebut, dua utusan dari Aries Agung menemui SH dan MSS di sebuah kafe di kawasan Ngagel pada 19 Juli malam. Dalam pertemuan itu, kedua pelaku meminta uang sebesar Rp50 juta untuk membatalkan aksi unjuk rasa dan menurunkan unggahan yang telah viral di media sosial.
“Namun, saat itu uang yang dibawa saksi hanya sebesar Rp20 juta,” imbuh Jules.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 23.00 WIB, tim dari Jatanras Polda Jatim berhasil menangkap kedua pelaku. Mereka diamankan beserta uang Rp20 juta yang disimpan dalam paper bag di saku baju SH. Keduanya kemudian dibawa ke Polda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Widi Atmoko, menambahkan pihaknya sedang menyelidiki kemungkinan apakah pelaku pernah melakukan aksi serupa sebelumnya. “Secara garis besar, tindakan ini adalah yang pertama kali mereka lakukan terhadap korban. Namun, kami masih mendalami kemungkinan adanya kasus serupa di masa lalu,” ujar Widi.
Saat ini, kedua pelaku telah ditahan di Rutan Polda Jatim. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa surat pemberitahuan demonstrasi, uang Rp20.050.000, dua telepon seluler, dan satu sepeda motor.
Akibat perbuatan mereka, kedua tersangka terancam dikenakan Pasal 368 jo 55 KUHP tentang Pemerasan, Pasal 369 KUHP tentang Pengancaman, serta Pasal 310 dan 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Yan Kusuma/Mun)
-
RIAU03/09/2026 17:00 WIBSatresnarkoba Polres dan Polsek Bengkalis Telusuri Sabu dari Homestay, 15 Paket Ditemukan Pemasok Masih Diburu
-
POLITIK03/09/2026 16:00 WIBNasib Gibran Tersisa 7 Hari, Denny Bersiap Tempuh Jalur MK
-
NASIONAL03/09/2026 19:00 WIBKemenkop Bantah Anggaran Rp103 Miliar Khusus untuk Podcast
-
NUSANTARA03/09/2026 15:02 WIBDiduga Gelapkan Rp2,14 Miliar Dana Nasabah, Manager BRI Lubuklinggau Jadi Tersangka
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NUSANTARA03/09/2026 14:29 WIBKejari Lubuklinggau Musnahkan Barang Bukti Inkrah, Ganja hingga Sajam
-
NUSANTARA03/09/2026 19:30 WIBDinkes Sidoarjo Catat 664 Korban Keracunan MBG, 77 Pasien Masih Dirawat Intensif
-
RIAU03/09/2026 12:00 WIBUngkap Peredaran Ribuan Ekstasi, AKP Noki Loviko: Polisi Telusuri Mata Rantai Jaringan Narkoba
















