Berita
Budaya Adat Mentawai Bertajuk “Disrupsi” Akan Dipamerkan di MBloc Space
Keberlangsungan Budaya dan lHutan di Mentawai tertuang di buku Disrupsi.
AKTUALITAS.ID – Pewarta Foto Aktualitas.id , Rengga Satria akan menggelar pameran foto dan peluncuran buku foto bertajuk “Disrupsi” di Matalokal Creative Space, Mbloc, Jakarta Selatan. Pameran tersebut akan berlangsung pada Minggu 8 sampai dengan 15 Desember 2019.
“Pembukaannya Tanggal 8 Desember 2019 pukul 19.30 WIB di matalokal, Mbloc, nantinya dibuka oleh Kasubdit P3D3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Pak Sasmita,” kata Rengga Satria kepada Aktualitas.id , Sabtu, (7/12/2019).
Proses pembuatan buku foto ini hingga menggelar pameran tunggal ini, kata Rengga memakan waktu kurang lebih selama dua tahun. Dalam pameran ini akan ada 20 karya foto terkait budaya adat Mentawai, Sumatera Barat.
“Prosesnya mulai dari pengambilan gambar, riset, dan data dari 2018 – 2019. Nantinya yang dipamerkan berjumlah 20 karya foto yang juga sudah saya tuangkan dalam bentuk buku, ” ungkapnya.
Menurutnya dunia mengenal masyarakat adat Mentawai sebagai produsen seni tato tertua di jagad raya, lebih tua 200 tahun dari tato mesir yang muncul pada 1300 SM. Selain itu, masyarakat adat Mentawai juga dikenal sebagai satu dari sedikit masyarakat pemburu, peramu dan pengumpul tertua di dunia yang masih eksis hingga kini.
“ Saat ini orang hanya tau seni tatonya saja. Tapi selain itu masih ada orang yang betul betul menjaga hutan Indonesia dengan sangat baik, yaitu orang orang pedalaman mentawai itu sendiri,” jelasnya.
Namun kini, lanjut Rengga, eksistensi budaya adat Mentawai itu kini kian terkikis karena modernisasi dan pembangunan yang gencar dilakukan oleh pemerintah semakin memojokan adat dan budaya Mentawai itu sendiri,”
“Di satu sisi kita gencar mempromosikan budaya sebagai jualan untuk mendatangkan devisa, namun di sisi lain pembangunan infrastruktur juga secara tidak langsung mengikis eksistensi budaya itu sendiri,”pungkasnya.
Selain pameran foto, akan diselenggarakan juga bedah buku foto “Disrupsi” dan diskusi “Why Print is Matter” yang menghadirkan sejumlah penggiat penerbitan indie yang fokus pada ranah buku foto dan buku seni. [Kiki Budi Hartawan].
-
JABODETABEK17/03/2026 18:18 WIBMenaker Yassierli Lepas Mudik Grup United Tractors, 1.545 Peserta Diberangkatkan
-
RIAU17/03/2026 19:13 WIBKapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
-
PAPUA TENGAH17/03/2026 19:00 WIBTragedi di Jalan Yos Soedarso Timika, Satu Nyawa Melayang Usai Insiden Tabrakan Pagi Buta
-
DUNIA17/03/2026 21:30 WIBTabrakan Kapal Nelayan dan Kargo, Empat Orang Meninggal Dunia
-
EKBIS17/03/2026 18:00 WIBPertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM dan LPG
-
NASIONAL18/03/2026 00:31 WIBKapolri Resmikan Masjid Al-Adzim Polda Riau, Perkuat Community Policing Lewat Satgas PHK dan Ojol
-
NUSANTARA17/03/2026 22:00 WIBInsiden Ledakan Masjid di Jember, Polisi Temukan Bahan Kimia
-
RAGAM17/03/2026 19:30 WIBOutfit Nyaman dan Bergaya di Momen Idul Fitri

















