NUSANTARA
Kiat Pemerintah Pulihkan Pariwisata NTB
Kemenpar membagi 4 klaster dalam proses pemulihan pariwisata di NTB
AKTUALITAS.ID – Bencana gempa yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB) berdampak cukup signifikan pada sektor kunjungan wisatawan. Pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata, telah menyiapkan beberapa langkah untuk pemulihan.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan pada periode Juli hingga September terjadi di Lombok. Didata dari tiga pintu masuk wisman melalui Bandara International Lombok, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, dan bandara-bandara lain di Indonesia.
“Ada potensi pariwisata nasional kehilangan wisatawan. Mungkin tidak besar di Lombok tetapi dirasakan di Bali. Dampak terbesar itu setelah gempa 5 Agustus 2018, terjadi cancel kunjungan,” ujar Arief Yahya saat rapat koordinasi di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB, Minggu (16/9/2018).
Secara rinci, Arief menjabarkan, dalam kondisi normal rata-rata wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok sekira 430 wisman per hari atau sekira 13 ribu wisman per bulan. Pascagempa, jumlah kunjungan wisman merosot menjadi hanya 100 wisman per hari atau 3 ribu wisman per bulan. Ssehingga terjadi penurunan sebanyak 10 ribu wisman.
Juga dengan jumlah wisman di Bandara Ngurah Rai, Bali, di mana pada kondisi normal, rata-rata Wisman ke Bali tercatat sebanyak 22 ribu wisman per hari atau 660 ribu per bulan. Mengalami penurunan sebanyak 80 ribu wisman menjadi hanya 19.300 wisman per hari, atau 580 ribu wisman per bulan.
Sedangkan penurunan wisman yang datang ke Lombok melalui pintu bandara lain di Indonesia sekitar 10 ribu.
Arief menyebutkan, potensi kehilangan wisman dalam kurun waktu 1 bulan (6 Agustus-6 September 2018) sekitar 100 ribu wisman dengan dampak ekonomi sebesar 100 juta dolar AS dengan asumsi satu wisman mengeluarkan 1.000 dolar AS per kunjungan.
“Kerugian terbesar adalah rusaknya terumbu karang (di Gili) dan jalur pendakian Rinjani,” lanjutnya.
Namun begitu, ia optimistis sektor pariwisata Lombok akan kembali pulih. Sejumlah upaya akan dilakukan Kemenpar, termasuk dengan pemetaan empat klaster yakni klaster tiga gili, klaster Senggigi, klaster Mataram, dan klaster Sembalun, Senaru, yang menjadi pintu utama jalur pendakian.
Arief mengatakan, proses pemulihan di klaster tersebut meliputi pembersihan puing, trauma healing, fogging, penilaian kelaikan bangunan hotel, dan perbaikan jalur pendakian di Gunung Rinjani.
Arief mengaku akan bersurat ke Menteri Perhubungan agar dilakukan penyediaan fasilitas pelabuhan Teluk Nara, dan dermaga lain. Dia juga mendorong sejumlah MICE digelar di Lombok.
“Target pemulihan paling lama tiga bulan. Kami bersyukur telah dilakukan branding Sail Samota kemarin untuk recovery yang bagus,” katanya menambahkan. (republika.co.id)
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NASIONAL03/09/2026 20:30 WIBBahas Perdagangan hingga Energi Nuklir, Prabowo dan Putin Dorong Konektivitas Maritim Dua Negara Pasifik
-
NASIONAL03/09/2026 21:35 WIBBawaslu Minta Media Tetap Kritis, Bukan Sekedar Jadi Corong Lembaga
-
FOTO04/09/2026 13:00 WIBFOTO: ACC Kembangkan Potensi Warga Desa Cibunian
-
NASIONAL03/09/2026 22:00 WIBPutin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Kawasan Asia-Pasifik
-
POLITIK03/09/2026 22:29 WIBJelang Akhir Masa Jabatan, Bawaslu Jadikan Masa Nontahapan Momentum Evaluasi
-
NASIONAL04/09/2026 09:45 WIBErna Sari Dewi: Stop Bicara Digital Desa Kalau Tak Didanai
-
JABODETABEK04/09/2026 15:30 WIBMengaku Disekap, 2 ART Akhirnya Dipulangkan Polisi
















