Connect with us

DUNIA

UEA: Tidak Butuh Perlindungan Dari Luar untuk Pertahankan Kedaulatan

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Bendera UEA berkibar diwilayahnya. (dok. AFP)

AKTUALITAS.ID – Menlu Iran Abbas Araghchi menuduh UEA mempertahankan aliansinya dengan Israel dan mengklaim Abu Dhabi terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran.

Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan mereka tidak mencari perlindungan dari pihak mana pun dan mampu mencegah agresi, sambil menegaskan kembali haknya untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri UEA Khalifa Shaheen Al Marar dalam pertemuan setingkat menteri luar negeri blok BRICS di New Delhi, India, Jumat kemarin.

Menurut Kantor Berita WAM, Al Marar menolak tuduhan dan kritik Iran yang ditujukan terhadap UEA serta menepis upaya untuk membenarkan serangan yang menargetkan negaranya dan negara-negara lain di kawasan.

Dia mengatakan tindakan tersebut melanggar Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), hukum internasional, dan prinsip hubungan bertetangga yang baik. UEA dan Iran merupakan anggota BRICS dan sama-sama menghadiri pertemuan di India.

Al Marar juga menolak ancaman terhadap kedaulatan, keamanan nasional, dan pengambilan keputusan independen UEA, seraya menegaskan bahwa negaranya mempertahankan kedaulatannya, hukum, diplomatik, dan militer untuk menanggapi tindakan permusuhan.

Tekanan dan apa yang disebutnya sebagai tuduhan jahat, lanjutnya, tidak akan mengubah posisi atau menghalangi UEA dalam melindungi kepentingan nasionalnya.

Al Marar juga menyebut UEA telah mencegat hampir 3.000 rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak sejak 28 Februari, yang merupakan awal perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dengan menargetkan fasilitas sipil dan infrastruktur penting, termasuk bandara, pelabuhan, dan fasilitas energi.

Dia juga menuduh Iran mengganggu jalur maritim, termasuk apa yang disebutnya sebagai penutupan efektif Selat Hormuz yang vital, serta menggambarkan penggunaan jalur laut tersebut sebagai alat tekanan sebagai “tindakan pembajakan”.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING