Connect with us

EKBIS

Dolar AS Melemah, Rupiah Naik ke Rp17.632

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Mata uang Garuda akhirnya mendapat angin segar di akhir pekan. Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Sinyal positif ini terdorong oleh amblasnya imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS yang menekan keperkasaan greenback.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melaju ke level Rp17.632 per USD pada pembukaan perdagangan. Angka ini mencerminkan lonjakan 47 poin atau setara 0,2 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.679 per USD.

Sementara itu, data Reuters mencatat rupiah perkasa menguat 0,17% ke level Rp17.620 per USD, seiring langkah pelaku pasar yang memanfaatkan momentum melesunya mata uang Paman Sam.

BACA JUGA  Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Pelemahan dolar AS kali ini dipicu oleh meningkatnya spekulasi pasar bahwa Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), bakal menahan suku bunga acuan pada pertemuan September. Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS kini bergantung penuh pada rilis data tenaga kerja Nonfarm Payrolls (NFP) yang siap membayangi pergerakan pasar keuangan global.

Meski berhasil rebound secara harian, posisi rupiah sebenarnya belum sepenuhnya aman. Secara year-to-date (ytd), rupiah masih mencatatkan rapor merah dengan pelemahan sekitar 5,39% sejak akhir 2025 yang kala itu berada di level Rp16.670 per USD.

Kondisi tertekan ini menempatkan rupiah dalam daftar mata uang Asia dengan kinerja terlemah tahun ini, berdampingan dengan peso Filipina yang terkikis hingga 5,67%. Sebaliknya, won Korea Selatan dan yuan China justru melaju kencang dengan penguatan masing-masing sebesar 6,09% dan 4,04% sepanjang tahun berjalan. (Firman/Mun)

BACA JUGA  Rupiah Melemah Tipis ke Rp 16.670 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

TRENDING