NASIONAL
MSCI Beri Tenggat hingga Mei, Eddy Soeparno Dukung Langkah Tegas Prabowo Selamatkan Bursa Saham
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, memberikan apresiasi atas respons cepat Presiden Prabowo Subianto dalam menanggapi goncangan pasar modal Indonesia. Langkah pemerintah itu muncul setelah MSCI menghentikan proses rebalancing terhadap saham-saham Indonesia karena kekhawatiran terkait transparansi dan tata kelola kepemilikan saham.
Eddy menilai pernyataan pemerintah, yang disampaikan melalui Menko Perekonomian, untuk segera meningkatkan free float dan keterbukaan kepemilikan saham merupakan kebijakan yang dinantikan investor, khususnya investor asing yang memegang porsi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Perbaikan tata kelola, transparansi, dan likuiditas adalah kunci agar Indonesia tidak kehilangan status pasar berkembang,” ujar Eddy dalam keterangan pers, Minggu (1/2/2026).
Dia mengingatkan tenggat waktu evaluasi MSCI yang semakin mendesak, dengan penilaian yang diperkirakan berlangsung hingga Mei. Eddy mendorong Direksi BEI dan OJK untuk segera melakukan perbaikan agar indeks pasar modal Indonesia tidak turun dari kategori emerging ke frontier market. Menurutnya, keputusan MSCI berpengaruh besar karena berfungsi sebagai semacam “license to invest” bagi banyak investor institusional asing.
Eddy juga menyoroti dampak sosial ekonomi dari penurunan indeks, terutama bagi investor ritel. Ia mengingatkan bahwa penurunan harga saham, termasuk saham BUMN, akan memengaruhi nilai aset nasional dan merugikan investor kecil yang menaruh tabungan atau dana pensiun di pasar modal. “Perhatian presiden terhadap perlindungan investor kecil dan aset negara patut diapresiasi,” kata Eddy.
Sebagai langkah konkret, Eddy meminta percepatan peningkatan free float, transparansi kepemilikan saham, dan penguatan tata kelola perusahaan tercatat. Ia menegaskan bahwa upaya perbaikan harus dilakukan tanpa jeda agar Indonesia lolos dari evaluasi MSCI dan mempertahankan daya tarik pasar modal di mata investor global.
Eddy menegaskan bahwa sekarang saatnya semua pemangku kepentingan bekerja cepat dan terkoordinasi untuk memperbaiki tata kelola pasar modal, meningkatkan kepercayaan investor, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional menjelang evaluasi MSCI. (Mun)
-
POLITIK10/08/2026 19:00 WIBPKS Buka Pintu Kabinet Non-Parpol, PDIP: Terserah Presiden
-
NUSANTARA10/08/2026 15:30 WIBCekcok Rumah Tangga Berakhir Maut di Banyuwangi
-
NUSANTARA10/08/2026 14:30 WIBAir Makin Sulit, Ratusan Hektare Sawah Pandeglang Mengering
-
POLITIK10/08/2026 17:00 WIBIsu Reshuffle Mencuat, Demokrat Serahkan Nasib Menteri ke Prabowo
-
OLAHRAGA10/08/2026 13:30 WIBEra Baru AI: Virus Kini Bisa Dirancang di Laboratorium
-
DUNIA10/08/2026 21:00 WIBPrancis Selatan Darurat Kebakaran Hutan
-
POLITIK11/08/2026 06:00 WIBWacana Pilkada Tunggal Dinilai Cuma Celah Bagi-Bagi Jabatan Baru
-
EKBIS10/08/2026 20:00 WIBKemenhub Catat 460 Ribu Kendaraan Barang Masih Melanggar

















