NASIONAL
Gus Hilmy: Jangan Buka Langit Indonesia untuk Militer AS
AKTUALITAS.ID – Anggota DPD RI, Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy, mendesak pemerintah untuk menolak wacana pemberian akses bebas bagi pesawat militer Amerika Serikat ke wilayah Indonesia karena dinilai bertentangan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Selasa (14/4/2026), Gus Hilmy menegaskan bahwa Indonesia memiliki mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia, bukan justru membuka ruang bagi aktivitas militer asing yang berpotensi terkait konflik global.
“Indonesia tidak boleh membuka jalur atau fasilitas bagi kekuatan militer negara mana pun yang terlibat dalam agresi,” tegasnya.
Menurutnya, meskipun Kementerian Pertahanan menyatakan pembahasan tersebut belum final, masyarakat tetap berhak menyuarakan penolakan sejak awal karena menyangkut arah kebijakan luar negeri Indonesia.
Gus Hilmy mengingatkan bahwa pemberian akses khusus kepada militer asing berisiko menggerus posisi netral Indonesia dalam percaturan internasional. Ia menilai langkah tersebut dapat membuat Indonesia dipandang berpihak dalam konflik global.
“Politik bebas aktif bukan berarti membuka pintu bagi semua kekuatan militer. Indonesia harus tetap bebas menentukan sikap dan aktif membela perdamaian,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dinilai kerap menggunakan kekuatan militer dan tekanan politik dalam berbagai konflik internasional. Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai perlu menjaga jarak dan memperkuat posisi sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian.
Lebih lanjut, Gus Hilmy menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh tunduk pada tekanan negara besar. Menurutnya, kedaulatan nasional dan amanat konstitusi harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan strategis.
“Indonesia bukan negara satelit dan wilayah kita tidak boleh digunakan untuk kepentingan militer pihak lain,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa sejarah Indonesia yang lahir dari perjuangan melawan penjajahan seharusnya menjadi dasar moral dalam menentukan sikap terhadap isu global.
Gus Hilmy juga meminta pemerintah untuk bersikap transparan kepada publik terkait pembahasan tersebut dan memastikan tidak ada perjanjian yang merugikan kedaulatan negara.
Ia menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten berada di jalur perdamaian dan tidak terlibat dalam kepentingan militer asing, demi menjaga integritas dan posisi strategis di kancah internasional. (Bowo/Mun)
-
RIAU03/09/2026 17:00 WIBSatresnarkoba Polres dan Polsek Bengkalis Telusuri Sabu dari Homestay, 15 Paket Ditemukan Pemasok Masih Diburu
-
POLITIK03/09/2026 16:00 WIBNasib Gibran Tersisa 7 Hari, Denny Bersiap Tempuh Jalur MK
-
NASIONAL03/09/2026 19:00 WIBKemenkop Bantah Anggaran Rp103 Miliar Khusus untuk Podcast
-
NUSANTARA03/09/2026 15:02 WIBDiduga Gelapkan Rp2,14 Miliar Dana Nasabah, Manager BRI Lubuklinggau Jadi Tersangka
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NUSANTARA03/09/2026 19:30 WIBDinkes Sidoarjo Catat 664 Korban Keracunan MBG, 77 Pasien Masih Dirawat Intensif
-
RIAU03/09/2026 12:00 WIBUngkap Peredaran Ribuan Ekstasi, AKP Noki Loviko: Polisi Telusuri Mata Rantai Jaringan Narkoba
-
NUSANTARA03/09/2026 14:29 WIBKejari Lubuklinggau Musnahkan Barang Bukti Inkrah, Ganja hingga Sajam
















