POLITIK
Bawaslu Minta Jajaran Daerah Teliti Kembali DPT Pilkada 2024
AKTUALITAS.ID – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, meminta jajaran Bawaslu di daerah untuk mengecek kembali Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2024, meskipun DPT tersebut sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut keterangan yang diterima pada Jumat, Lolly menjelaskan bahwa DPT masih dapat berubah, misalnya, jika pemilih berpindah domisili atau meninggal dunia.
Berdasarkan hasil pengawasan pada tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, terdapat 327 orang yang belum bisa dinyatakan akurat dalam DPT. Rinciannya, sebanyak 253 orang tidak memenuhi syarat (TMS) namun masih terdaftar, sementara 74 orang memenuhi syarat (MS) tetapi belum tercantum dalam DPT. Data ini tersebar di sembilan provinsi untuk pemilih TMS dan lima provinsi untuk pemilih MS.
“Meskipun jumlahnya sedikit dibandingkan dengan 203 juta pemilih, suara mereka tetap penting dan harus dipastikan memiliki hak konstituen,” kata Lolly.
Ia mendorong jajarannya untuk intensif memeriksa data dan bekerja sama dengan pihak terkait seperti KPU, kelurahan, dan desa guna memastikan keakuratan status pemilih. Lolly juga mengingatkan Bawaslu daerah agar aktif mengumumkan perkembangan DPT secara berkala dan memastikan informasi tersebut sampai kepada masyarakat, sehingga hak pilih warga tidak terabaikan.
“Sebagai pengawas pemilu, kita harus proaktif, termasuk dalam memastikan validitas DPT,” tegasnya. (Damar Ramadhan)
-
NASIONAL14/06/2026 09:00 WIBBEM UI Pastikan Demo Lanjutan Segera Digelar
-
POLITIK14/06/2026 06:00 WIBGrace Natalie Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI
-
JABODETABEK14/06/2026 07:30 WIBWarga Jakarta Gratis Masuk Ancol 3 Hari
-
OASE14/06/2026 05:00 WIBAl Qur’an Isyaratkan Makhluk Hidup di Langit
-
JABODETABEK14/06/2026 06:30 WIB
Buruan! SIM Keliling Jakarta Cuma Sampai Siang Ini
-
NASIONAL14/06/2026 07:00 WIBDPR: Libur Sekolah Jadi Momentum Stop MBG
-
JABODETABEK14/06/2026 05:30 WIBJakarta Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Minggu
-
DUNIA14/06/2026 08:00 WIBIran Tuding Israel Gagalkan Damai dengan AS
















