POLITIK
Wamendagri Bima Arya Sentil Risiko Pemilu Digital
AKTUALITAS.ID – Wacana transformasi digital dalam penyelenggaraan Pemilu 2029 terus memanas. Pemerintah mulai blak-blakan menyoroti bahaya di balik penerapan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) jika hanya berfokus pada modernisasi tanpa memperhitungkan benteng pertahanan siber.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan, digitalisasi pemilu nasional tidak boleh cuma dipandang sebagai jalan pintas untuk memangkas beban kerja petugas di lapangan. Ia memeringatkan adanya potensi ancaman baru yang tak kalah mematikan bagi integritas demokrasi.
“Jangan sampai kita hanya menukar risiko lama dengan risiko baru. Belum lagi berhadapan dengan cyber attack, authentication failure, insider threat, foreign interference, dan lain-lain,” tegas Bima Arya dalam Konferensi Demokrasi Digital yang digelar Perludem di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Padahal, Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Pemerintahan Desa telah membuktikan efisiensi sistem e-voting dalam skala Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Hasilnya terbukti ampuh menekan biaya dan memangkas kesalahan fatal akibat kelelahan petugas.
“Enggak ada masalah, dan murah. Bahkan tidak pakai APBDes. Penghitungan tabulasi juga bisa dilakukan dengan cepat dan akurat. Human error karena kelelahan itu enggak ada lagi,” kata Bima.
Meski menawarkan kepraktisan dan efisiensi logistik jangka panjang, Bima mengingatkan bahwa membawa sistem ini ke tingkat nasional butuh kehati-hatian ekstra. Memasuki fase demokrasi digital, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, melainkan wajib menjamin aspek keterbukaan, keamanan, dan akuntabilitas.
Kemendagri mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun peta jalan (roadmap) demokrasi digital yang matang dan komprehensif menuju Pemilu 2029.
“Intinya menuju masa depan digitalisasi pemilu hanya bisa kita lakukan dengan kolaborasi dan co-creation,” pungkasnya.
Acara yang diinisiasi Perludem ini turut dihadiri Direktur Eksekutif Perludem Heroik M. Pratama, Anggota DPR RI Mardani Ali Sera, serta Komisioner KPU Betty Epsilon Idroos yang hadir secara virtual. (Bowo/Mun)
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
DUNIA19/10/2026 00:00 WIBSaudi Minta Houthi Diputus dari Pasokan Senjata
-
RIAU18/10/2026 10:30 WIBDPRD Bengkalis Tekankan Pendidikan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan
-
DUNIA18/10/2026 08:00 WIBSingapura Ungkap 7 Perusahaan Diduga Picu Asap Karhutla RI
-
NUSANTARA18/10/2026 06:30 WIBLima Kawasan Gunung di Jatim Terbakar
-
RAGAM18/10/2026 17:00 WIBBMKG Ingatkan Pesisir Jakarta hingga Bali Terancam Rob

















